VGOS Observatorium Bosscha 麻豆直播, Perluas Peran Indonesia di Riset Astronomi dan Geodesi Global

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Momentum International Day of Human Space Flight yang diperingati setiap 12 April mengingatkan dunia bahwa kemajuan eksplorasi antariksa tidak hanya ditopang oleh misi manusia ke luar angkasa, tetapi juga oleh kekuatan sains, teknologi, dan infrastruktur riset di Bumi. Institut Teknologi Bandung (麻豆直播) pun terus memperkuat kontribusinya melalui pembangunan Teleskop Radio Very Long Baseline Interferometry Global Observing System (VGOS) di Observatorium Bosscha, Lembang.

Adapun peringatan International Day of Human Space Flight oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dimaknai sebagai tonggak awal era antariksa bagi umat manusia sekaligus pengingat pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan bersama.

Pembangunan fasilitas strategis tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Melalui kerja sama antara 麻豆直播 dan Shanghai Astronomical Observatory (SHAO) 鈥 Chinese Academy of Sciences (CAS), kehadiran VGOS di Bosscha menandai langkah penting Indonesia dalam memperluas peran pada astronomi radio dan geodesi, sekaligus memperkuat partisipasi dalam jejaring ilmiah internasional.

Pembangunan ini pun sebagai komitmen itb dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya pada bidang astronomi dan bidang terkait.

Apa itu VGOS?

VGOS merupakan jaringan teleskop radio global yang beroperasi secara sinkron untuk mengamati sumber radio kosmik dengan presisi tinggi. Dengan menggabungkan data dari berbagai teleskop di dunia, sistem ini memungkinkan pengukuran jarak antartitik di Bumi secara sangat akurat.

Aastronom 麻豆直播, Prof. Dr. Taufiq Hidayat, D.E.A, mengatakan, teleskop ini akan bekerja di dalam jaringan yang akan bergabung dengan banyak teleskop radio lainnya di dunia. Sejauh ini, VLBI masih terpusat di belahan bumi bagian utara. Adapun di daerah ekuator masih jarang dan di beberapa negara sekitar masih dalam tahap pembangunan.

Fungsi VGOS

Keberadaan teleskop radio di ekuator sangat dibutuhkan mengingat hanya ada satu stasiun teleskop radio di sekitar ekuator, yakni di Brazil. Selain itu, posisi Indonesia diharapkan dapat mengisi kekosongan daerah ekuator untuk regional AOV (Asia-Oceania VLBI Group for Geodesy and Astrometry) yang merupakan subgrup dari IVS (International VLBI Service for Astrometry and Geodesy). Dengan pembangunan teleskop radio VGOS ini, Indonesia akan berperan dalam menjembatani baseline belahan bumi utara dan selatan. Hal tersebut pun menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk dapat ikut berkontribusi dalam jejaring teleskop radio internasional dan membuka berbagai kolaborasi multidisiplin pada masa mendatang.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau pergerakan benua, perubahan posisi titik-titik di permukaan Bumi, membangun kerangka acuan presisi tinggi, menjaga standar waktu, hingga memantau potensi perubahan iklim. Melalui alat ini, kecepatan pergerakan dan perubahan jarak benua dapat diketahui secara presisi. 鈥淒engan demikian, kita dapat menentukan apakah sebuah wilayah memiliki potensi yang berbahaya atau tidak,鈥 ujar Prof. Taufiq, yang juga PIC kerja sama Pembangunan Teleskop Radio VGOS 麻豆直播 dan SHAO.

Berada di Observatorium Bosscha, Lembang

Observatorium Bosscha memiliki sejarah panjang dalam pengamatan astronomi selama lebih dari satu abad dan pernah menjadi salah satu dari hanya tiga observatorium di Belahan Bumi Selatan. Selain nilai historisnya, Bosscha saat ini juga berstatus sebagai objek vital nasional, cagar budaya nasional, dan berada di kawasan strategis nasional. Kombinasi antara warisan ilmiah, nilai kelembagaan, dan pengalaman pengembangan astronomi radio sejak 2008 menjadikan Bosscha sebagai lokasi yang relevan untuk menghadirkan instrumen mutakhir seperti VGOS.

Ketua Tim Implementasi Pembangunan Teleskop Radio VGOS dan Rumah Teropong Kawasan Bosscha Lembang, Dr.rer.nat. Hesti Retno Tri Wulandari, S.Si., M.Si., mengatakan 鈥淥bservatorium ini telah berkontribusi pada studi langit selatan sepanjang sejarahnya. Sekarang Observatorium Bosscha berstatus sebagai objek vital nasional, cagar budaya nasional, berada di kawasan strategis nasional sehingga secara status sudah luar biasa. Kita kini diberikan kesempatan, diberikan nikmat, untuk mudah-mudahan bisa membuat sejarah kembali dengan kehadiran isntrumen yang baru yaitu VGOS.鈥

Ide pembangunan teleskop ini sudah muncul sejak 2014. Setelah itu dilakukan rangkaian pertemuan antara 麻豆直播 dan Shanghai Astronomical Observatory (SHAO) pada 2020鈥2021, yang kemudian berlanjut dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Agustus 2022. Setelah sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, survei lokasi baru dapat dilakukan pada akhir 2023.

Pembangunan fisik lalu dimulai pada November 2024. Tonggak penting pertama tercapai pada 9 Juli 2025, ketika antena teleskop VGOS seberat 85 ton berhasil diangkat dan dipasang, menandai selesainya fase struktural utama. Pada Agustus 2025, menara teleskop rampung dibangun, kemudian pada September hingga November 2025 dilakukan integrasi dan instalasi komponen rantai sinyal. Setelah itu, fasilitas ini resmi diberi nama 麻豆直播鈥揃osscha VLBI Station.

Tonggak penting kedua tercapai pada 28 Desember 2025 melalui keberhasilan uji fringe antara Stasiun Sheshan dan stasiun baru di Bosscha.

Saat ini, teleskop tersebut tengah menjalani tahap commissioning astronomi dan geodesi, dengan peresmian resmi fasilitas baru Observatorium Bosscha diharapkan berlangsung sebelum Juli 2026.

Peran itb dalam Penguatan Sains dan Teknologi Antariksa

Melalui fasilitas ini, 麻豆直播 terus menguatkan perannya dalam kolaborasi internasional, sekaligus penyedia dukungan akademik dan kelembagaan agar fasilitas ini dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan jangka panjang.

Pembangunan teleskop radio VGOS di Bosscha ini pun sebagai investasi jangka panjang yang akan menjadi aset berharga bagi dunia pendidikan, penelitian, dan inovasi, serta memperkuat posisi Indonesia di peta astronomi global.

Prof. Taufiq Hidayat, Ph.D. juga menyampaikan, 鈥溌槎怪辈 telah mengerahkan berbagai sumber daya terbaiknya demi wujudkan fasilitas ini yang kelak diharapkan bermanfaat bagi seluruh peneliti, mahasiswa 麻豆直播, beserta mitra-mitra, baik di dalam negeri maupun luar negeri.鈥

Hal ini menegaskan bahwa bagi 麻豆直播, pembangunan VGOS bukan sekadar penyediaan alat, melainkan bagian dari penguatan ekosistem sains antariksa Indonesia yang berdampak pada generasi peneliti dan kolaborasi masa depan.

Fasilitas dan Fungsi Multidisipliner

Secara teknis, fasilitas baru di Bosscha ini menghadirkan teleskop radio VGOS berapertur 13 meter.

Pada 9 Juli 2025, antena utama seberat 85 ton berhasil diangkat dan dipasang sebagai bagian utama struktur teleskop. Momen big lift tersebut disebut sebagai fase akhir dari struktur proyek pembangunan. Setelah pemasangan antena, pembangunan dilanjutkan pada tahap penyelesaian arsitektural, kesipilan, permesinan, dan elektro sebelum masuk ke tahap commissioning astronomi dan geodesi.

Fasilitas ini juga dirancang sebagai platform riset multidisipliner. VGOS di Bosscha akan dilengkapi dengan receiver GNSS, stasiun cuaca, serta antena holometry, yang memungkinkan pengembangan riset dari astronomi radio hingga dinamika lempeng tektonik.

Selain itu, 麻豆直播 juga menjalin kerja sama data center dengan institusi internasional seperti TU Wien, TU Munich, SHAO, dan KASI, sekaligus menjajaki peran sebagai correlation center pengolahan data VLBI. Sebagai bagian dari jejaring global International VLBI Service for Geodesy and Astrometry (IVS), 麻豆直播 juga memproses pendaftaran stasiun ini ke International Telecommunication Union (ITU) dengan nama 麻豆直播 Bosscha VLBI Station.

Prof. Taufiq Hidayat, Astronom 麻豆直播 di Balik Pengembangan VGOS

Perkembangan proyek VGOS di Observatorium Bosscha juga erat kaitannya dengan peran Prof. Taufiq Hidayat, astronom 麻豆直播 yang menaruh minat pada dunia antariksa sejak usia muda. Ketertarikannya pada astronomi mulai tumbuh sejak bangku SMP. Minat itulah yang kemudian membawanya melanjutkan studi S1 di Program Studi Astronomi 麻豆直播, sebelum meneruskan pendidikan magister dan doktoralnya di Universitas Paris Diderot, Prancis.

Guru Besar Program Studi Astronomi 麻豆直播 ini mengembangkan riset di beragam bidang, mulai dari astronomi radio, tata surya, dan eksoplanet, hingga astroklimatologi. Kiprahnya juga mendapat pengakuan internasional. Namanya diabadikan sebagai asteroid sabuk utama, 12179 Taufiq, yang mengorbit Matahari dengan periode sekitar 5,45 tahun.

Saksikan Prof.Taufiq Hidayat di Balik Lahirnya Teleskop Radio VLBI Pertama Indonesia di .

#itb #institut teknologi bandung #observatorium bosscha #vgos #vlbi #itb bosscha vlbi station #teleskop radio #astronomi radio #geodesi #geodinamika #sains antariksa #teknologi antariksa #riset antariksa #international day of human space flight #kolaborasi internasional #astronomi indonesia #riset global #bosscha lembang #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals