Studium Generale itb: Energi Sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi untuk Ketahanan dan Kemandirian Nasional

Oleh Diva Anastasia Farasilva - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dr. Oki Muraza, S.T., M.Sc., CRP, IPU., menjadi pembicara dengan materi berjudul “Membangun Ketahanan Energi: Menyelaraskan Sumber Daya Domestik Indonesia dengan Pertumbuhan Ekonomi”, pada Studium Generale Institut Teknologi Bandung (鶹ֱ) di Aula Barat, itb Kampus Ganesha, Rabu (8/4/2026).

Dr. Oki Muraza membagikan perjalanan kariernya sebagai salah seorang alumni Teknik Kimia 鶹ֱ yang telah berkiprah di dunia industri, akademisi, hingga kini memegang posisi strategis di PT Pertamina (Persero). Ia menyampaikan, pengalaman lintas sektor menjadi bekal penting dalam menghadapi kompleksitas tantangan energi nasional.

Pertamina memiliki peran sebagai saka guru energi nasional, sebagaimana amanat pemerintah, yang mencakup tiga aspek utama, yaitu ketahanan energi, kemandirian energi, serta kedaulatan energi. Ia pun menyampaikan konsep energy trilemma, yaitu tantangan dalam menyediakan energi yang terjangkau, berkeadilan, dan berkelanjutan secara bersamaan. Dalam konteks ini, produksi energi domestik menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Produksi energi di dalam negeri harus menjadi growth engine bagi ekonomi. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peran sektor energi tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi melalui penciptaan rantai nilai yang terintegrasi.

Dr. Oki turut menyoroti kontribusi sektor energi terhadap perekonomian nasional. Kontribusi sektor migas terhadap APBN yang sempat mencapai lebih dari 50% pada era 1970-1980-an, kini menurun menjadi sekitar 3-6%. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar yang masih dapat dioptimalkan melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efektif.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur energi yang terintegrasi antarwilayah guna memastikan distribusi energi yang merata di seluruh Indonesia. Konektivitas antarwilayah menjadi kunci dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya domestik.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal juga menjadi fokus, seperti pemanfaatan tanaman. Upaya ini membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pertanian, industri, hingga energi. “Ke depan, integrasi antar sektor menjadi kunci. Energi tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terhubung dengan sektor lain untuk menciptakan nilai tambah,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan ekonomi sirkular pun menjadi hal penting, salah satunya melalui pemanfaatan limbah menjadi energi (waste to energy). Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan teknologi ini dan mengejar ketertinggalan dari negara lain. Selain itu, pengembangan panas bumi sebagai sumber energi bersih juga terus didorong, tidak hanya sebagai sumber listrik, tetapi juga untuk menghasilkan produk bernilai tambah di masa depan.


Dr. Oki menyampaikan bahwa tantangan di sektor energi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi dan kolaborasi lintas disiplin.

“Jangan berhenti pada kemampuan teknis saja. Di dunia kerja, tidak ada lagi batasan jurusan. Jadilah individu yang mampu memberikan solusi bagi lingkungan,” pesannya.

#itb berdampak #kampus berdampak #studium generale