Rektor 麻豆直播 Serahkan Hunian Sementara untuk Korban Longsor Cisarua

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


KABUPATEN BANDUNG BARAT, itb.ac.id 鈥 Rektor Institut Teknologi Bandung (麻豆直播), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. secara simbolis menyerahkan satu unit hunian sementara (huntara) dan bantuan sembako bagi warga terdampak longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Program Desa Bangkit Cisarua kolaborasi antara DPMK 麻豆直播, Rumah Amal Salman, Yayasan Pembina Masjid Salman itb, dan Ikatan Alumni 麻豆直播.

Kegiatan ini bertujuan memberikan respons kemanusiaan terpadu bagi masyarakat terdampak longsor, melalui fase tanggap darurat, pemulihan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi dengan penerapan teknologi tepat guna dan dukungan keahlian para pakar dari 麻豆直播. Program ini memberikan manfaat berupa terpenuhinya kebutuhan dasar, pemulihan kondisi psikososial, tersedianya hunian sementara dan akses air bersih yang layak, serta pulihnya kembali infrastruktur dasar masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran itb, Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi Zulhan, S.T., M.T., menyampaikan, sejak hari kedua bencana di Cisarua, 麻豆直播 hadir dan membentuk empat tim: manajemen risiko kebencanaan, kesehatan, permukiman, serta air dan sanitasi.

Prof. Zulfiadi berharap hunian sementara yang diserahkan dapat menjadi awal pemulihan bagi warga terdampak. 鈥淢udah-mudahan pada hari ini, hari pertama bulan Ramadan, hunian sementara ini bisa bermanfaat bagi ibu dan bapak yang terkena dampak dari bencana longsor ini. Mudah-mudahan ke depan kehidupannya membaik,鈥 katanya.

Ia juga mengatakan, sejumlah huntara akan dibangun lagi di beberapa titik di Pasir Kuning.

Dirancang Cepat, Dibangun Cepat

Ketua Tim Arsitek, Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T., menjelaskan bahwa desain huntara mengutamakan kecepatan pembangunan serta pemanfaatan material yang mudah diperoleh saat bencana. Huntara seluas 6 x 6 meter yang diserahkan tersebut dirancang untuk menampung dua keluarga dengan total penghuni tujuh orang.

鈥淧ada prinsipnya, saya mendesain bangunan ini dengan tujuan agar memanfaatkan kayu, karena ini juga ditujukan untuk program pasca bencana di Sumatra dan Aceh,鈥 ujarnya.

Dr. Andry mengatakan, kecepatan pembangunan dalam kondisi bencana sangat penting. 鈥淗al ini menyangkut hajat utama manusia, yaitu tempat untuk berlindung dan bernaung dari cuaca yang panas maupun dingin seperti yang ada di sini,鈥 tuturnya.

Ia mengatakan, struktur bangunan dikembangkan dari sistem reciprocal frame yang disederhanakan menjadi modul-modul rangka sehingga dapat dirakit dengan cepat. Bangunan ini juga dirancang fleksibel. Panjangnya dapat diperluas dengan menambah modul rangka sesuai kebutuhan sehingga dapat menambah jumlah penghuni.

鈥淪istem struktur huntara ini bisa dibuat dalam modul-modul, kemudian disusun dan dibangun sehingga cepat sekali pengerjaannya. Huntara ini didirikan dalam dua hari,鈥 katanya.

Selain itu, material lainnya dapat menggunakan produk lokal atau daerah sekitar. 鈥淛adi idenya adalah mendirikan rumah seperti ini juga harus menggerakkan ekonomi lokal,鈥 ujarnya.

Sementara itu, bagi Ayi Kurniawan (43), warga yang rumahnya hanyut terbawa longsor, huntara tersebut menjadi secercah harapan baru.

鈥淒engan adanya fasilitas ini sangat membantu saya yang terkena musibah, yang rumahnya sudah tidak ada. Bagus sekali dukungannya dan senang ada dari 麻豆直播 yang datang ke Kampung Pasir Kuning untuk membantu,鈥 ungkapnya.

Hadir untuk Berdampak

Rektor 麻豆直播, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa kehadiran itb di Cisarua merupakan bagian dari misi perguruan tinggi untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

鈥淎lhamdulillah pada hari pertama Ramadan, menyaksikan bagaimana 麻豆直播 hadir pada kondisi-kondisi bencana. Sejak November lalu di Sumatra pada hari kedua bencana 麻豆直播 mengirimkan tim dan sampai hari ini masih terus di tiga provinsi menjalankan misinya,鈥 ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pola kerja kolaboratif antara dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat menjadi model pengabdian yang harus terus dijaga.

鈥淢udah-mudahan model-model kerja seperti ini dapat menjadi contoh yang baik bagi kita semua untuk selanjutnya tetap bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,鈥 katanya.

Melalui program ini, lebih dari 250 warga menerima manfaat, termasuk penyaluran 110 paket sembako, 35 paket obat-obatan, serta 40 bantuan kesehatan. Selain itu, tersedia layanan ambulans, layanan kesehatan, layanan psikososial, dan asesmen pascabencana untuk mendukung pemulihan secara menyeluruh.

#itb #itb berdampak #pengabdian masyarakat #hunian sementara #tanggap bencana #longsor cisarua #kolaborasi itb #teknologi tepat guna #sdg1 #no poverty #sdg3 #good health and well being #sdg6 #clean water and sanitation #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg17 #partnerships for the goals