Connect-H ICEE 2026 Bekali Mahasiswa Pengalaman Praktis Sistem Sambungan Angkur Beton
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id — Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) bersama Himpunan Mahasiswa Sipil Âé¶¹Ö±²¥ (HMS) menyelenggarakan itb Civil Engineering Expo (ICEE) 2026, sebuah rangkaian kegiatan yang menghadirkan berbagai agenda akademik dan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa teknik sipil. Salah satu kegiatan dalam rangkaian tersebut adalah workshop Connect-H yang dilaksanakan pada 4 Oktober 2025
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Hilti Nusantara, perusahaan yang berpengalaman di bidang desain dan produksi teknologi, perangkat lunak, serta layanan untuk industri konstruksi profesional. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Manufaktur Bandung, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Workshop Connect-H dirancang untuk memberikan pengalaman belajar praktis mengenai penerapan angkur dan base plate dalam sistem sambungan angkur beton. Peserta memperoleh pembekalan komprehensif melalui tiga rangkaian kegiatan utama yang saling melengkapi.
.jpg)
Sesi pertama menghadirkan pemaparan materi teknis mengenai prinsip kerja serta aplikasi angkur dan base plate dalam konstruksi modern. Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai peran komponen tersebut dalam mendukung kekuatan dan stabilitas struktur.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti studi kasus bersama para konsultan ahli. Dalam sesi ini, peserta berkesempatan mempraktikkan secara langsung penggunaan perangkat lunak Hilti PROFIS Engineering untuk melakukan simulasi desain serta analisis sistem sambungan angkur beton. Melalui pendekatan ini, peserta dapat memahami proses perancangan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Workshop juga menampilkan demonstrasi alat yang memperlihatkan perbandingan antara teknik pemasangan angkur secara manual dengan penggunaan teknologi Hilti. Demonstrasi ini memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan metode kerja, termasuk dalam aspek produktivitas, tingkat presisi, serta keandalan hasil pemasangan.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan dunia kerja. Peserta dapat melihat secara langsung perbandingan metode pemasangan angkur manual dan berbasis teknologi, termasuk perbedaan dalam hal kecepatan pengerjaan, presisi, serta efisiensi penggunaan material.
Workshop Connect-H diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai penerapan teknologi dalam industri konstruksi sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan praktik profesional di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya ICEE 2026 dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang kolaboratif antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra industri.



.jpg)

