鶹ֱ Gelar Wisuda Kedua Tahun Akademik 2025/2026, Rektor Tekankan Pentingnya Inovasi, Karakter, dan Kolaborasi
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung menggelar Sidang Terbuka Wisuda Kedua Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jumat–Sabtu (17–18/4/2026).
Sidang dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor 鶹ֱ yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.
Pada periode ini, 鶹ֱ mewisuda 1.372 wisudawan. Jumlah tersebut terdiri atas 437 lulusan Program Sarjana, 830 lulusan Program Magister, dan 105 lulusan Program Doktor.
Pada jenjang sarjana, sebanyak 11 wisudawan meraih predikat summa cum laude atau sekitar 2,5%, 13 wisudawan meraih predikat magna cum laude atau sekitar 3%, dan 58 wisudawan meraih predikat cum laude atau sekitar 13%. Komposisi lulusan sarjana tercatat 57% laki-laki dan 43% perempuan.
Adapun wisudawan dengan IPK tertinggi pada program sarjana ialah Kevin Tiandy Liusto dari Program Studi Manajemen, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), dengan IPK 3,97. Sementara itu, wisudawan termuda pada jenjang ini ialah Angel dari Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), dengan usia 20 tahun 5 bulan.
Pada jenjang magister, sebanyak 122 wisudawan meraih predikat summa cum laude atau sekitar 15%, 62 wisudawan meraih predikat magna cum laude atau sekitar 7,5%, dan 109 wisudawan meraih predikat cum laude atau sekitar 13%. Komposisi lulusan magister terdiri atas 53% laki-laki dan 47% perempuan.
Untuk kategori wisudawan dengan predikat kelulusan dan publikasi terbaik, diberikan kepada Fajri Prasetya dari Magister Ilmu dan Rekayasa Nuklir, FMIPA, dengan IPK 4,0 serta memiliki jurnal internasional Q1 berstatus published. Adapun wisudawan termuda program magister ialah Andis Destrian Irianto dari Program Studi Pembangunan, SAPPK, dengan usia 22 tahun 4 bulan.
Sementara itu, pada jenjang doktor, sebanyak 16 wisudawan meraih predikat summa cum laude atau sekitar 15%, 8 wisudawan meraih predikat magna cum laude atau sekitar 8%, dan 22 wisudawan meraih predikat cum laude atau sekitar 21%. Komposisi lulusan doktor terdiri atas 51% laki-laki dan 49% perempuan.
Predikat wisudawan dengan kelulusan dan publikasi terbaik diraih oleh William Xaveriano Waresindo dari Program Doktor Fisika, FMIPA, dengan capaian lima paper Q1 berstatus published. Adapun wisudawan termuda pada program doktor ialah Medina Savira dari Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota, SAPPK, dengan usia 27 tahun 7 bulan.
Rektor 鶹ֱ, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak terjadi secara kebetulan, melainkan membutuhkan upaya sadar dan lompatan besar. Ia menegaskan pentingnya transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi sebagai arah masa depan Indonesia.
“Kita harus beralih dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis inovasi,” ujarnya.
Rektor 鶹ֱ, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
Ia menambahkan, tantangan masa depan menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Sosok yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu berpikir kritis, tidak takut gagal, terus belajar, serta mampu bekerja sama lintas disiplin ilmu.
“Itulah kita, itulah Institut Teknologi Bandung,” ungkapnya.
Rektor juga mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga menghadirkan makna bagi kehidupan orang lain. Menurutnya, keberhasilan sejati terletak pada kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan hanya menjadi orang yang berhasil dalam hidup, tetapi jadilah orang yang hidupnya berhasil memberi makna bagi orang lain,” tuturnya.
.jpg)
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci membangun masa depan. Menurutnya, masa depan tidak dibangun oleh individu hebat semata, melainkan oleh orang-orang hebat yang mampu bekerja bersama, dengan menjunjung tinggi adab sebelum ilmu.
Selain itu, para wisudawan diingatkan bahwa ilmu yang diperoleh selama masa studi bukanlah akhir perjalanan, melainkan bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan dan membangun bangsa.
“Ilmu yang diperoleh hari ini bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan alat untuk membangun masa depan bangsa,” katanya.
Menutup pidatonya, Rektor berpesan agar para lulusan senantiasa memohon doa restu orang tua dalam setiap langkah kehidupan. Ia menekankan bahwa restu tersebut merupakan sumber kekuatan yang akan membimbing perjalanan mereka ke depan.


.jpg)



