鶹ֱ

Mahasiswa Sekolah Farmasi 鶹ֱ Kembangkan Krim Nanoemulsi Berbasis Bahan Alam untuk Kosmetik Berkelanjutan

YOGYAKARTA, itb.ac.id – Tiga mahasiswa Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi, Sekolah Farmasi,Institut Teknologi Bandung (SF 鶹ֱ) meraih prestasi dalam ajang Herbal Cosmetics Competition (HCC) yang diselenggarakan pada Minggu (16/11/2025). Kompetisi ini menantang peserta mengembangkan produk kosmetik berbahan alam melalui rangkaian proses ilmiah, mulai dari studi literatur, formulasi, pembuatan, optimasi, hingga evaluasi akhir produk.

Tim SGA yang terdiri atas Grace Hendrawan, Agung Nugroho, dan Shearavinna Easter, mengembangkan inovasi berupa “Clariskin Nano”. Inovasi ini merupakan krim nanoemulsi anti jerawat berbahan ekstrak temulawak, pandan, dan serai wangi. Produk ini dirancang dengan menggabungkan efektivitas teknologi nanoemulsi serta prinsip keberlanjutan yang diterapkan dalam formulasi, proses produksi, hingga pemilihan kemasan.

Grace menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari ketertarikan tim terhadap tren green chemistry dan sustainable cosmetics yang semakin berkembang. “Kami memilih nanoemulsi karena familiar dengan formulasi krim, sekaligus ingin menghadirkan inovasi yang relevan dengan isu keberlanjutan,” ujarnya.

Proses pengembangan produk telah dimulai sejak Juli, ketika tim melakukan brainstorming dan penyusunan proposal sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai finalis. Tahap formulasi dan pembuatan produk dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu bulan, bersamaan dengan Ujian Tengah Semester, tugas mata kuliah, dan pengerjaan Tugas Akhir. Di tengah padatnya kegiatan akademik, ketiga mahasiswa ini tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek kompetisi mereka.

Shearavinna menceritakan bahwa proses eksperimen di laboratorium menjadi pengalaman yang paling menantang sekaligus berkesan. Tim menghadapi berbagai kendala, seperti kegagalan formulasi berulang, ekstrak yang belum mencapai konsentrasi optimal, keterbatasan bahan, dan pengujian antibakteri yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Meski sempat mengalami tekanan dan rasa frustrasi, mereka berhasil melalui setiap hambatan dengan komunikasi yang baik, refleksi diri, dan kerja sama yang solid. “Ada saat-saat ketika kami hampir menyerah, tetapi kerja sama dan introspeksi diri membantu kami menyelesaikan setiap tantangan,” tuturnya.

Mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pembelajaran bagi seluruh anggota tim. Mereka menekankan bahwa kerja sama tim dan kesabaran merupakan aspek penting yang membantu mereka menyelesaikan proyek di tengah berbagai tuntutan akademik.

Agung juga menuturkan bahwa ia belajar banyak dari rekan setimnya, terutama mengenai ketekunan dan keyakinan diri. “Saya belajar bahwa dengan tekad yang kuat, sesuatu yang awalnya tampak sulit dapat dicapai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba mengikuti kompetisi serupa, bahwa menjaga kekompakan serta menyelesaikan perbedaan pendapat dengan bijak sangat penting agar setiap keputusan dapat diterima seluruh anggota tim.

Di sisi lain, muncul pula harapan bahwa meskipun Clariskin Nano masih berupa prototipe kompetisi, peluang untuk mengembangkan produk kosmetik inovatif di masa depan tetap terbuka dan menarik untuk terus dieksplorasi.

Ketiga mahasiswa ini berharap bahwa pencapaian mereka di ajang HCC dapat menjadi dorongan untuk terus mengikuti kompetisi lain dan menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan akademik.