Terang dalam Rimba: Inovasi Dosen dan Mahasiswa 麻豆直播 Dukung Aktivitas Petani Rotan

Oleh Johanes Wijaya Susanto - Teknik Telekomunikasi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Pemasangan salah satu panel penerangan di jalur rotan Desa Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat oleh mahasiswa, Minggu (5/10/2025). (Dok. Tim Pengmas)

SIJUNJUNG, itb.ac.id - Tim Dosen dan mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI 麻豆直播) berkesempatan membantu masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani rotan di Desa Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dengan memasang panel penerangan di jalur rotan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari dari 2 hingga 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Bryan Denov, S.T., M.T.  (KK Teknik Ketenagalistrikan STEI 麻豆直播) serta melibatkan beberapa dosen, yakni Prof. Ir. Syarif Hidayat, MT, Ph.D. (Dosen STEI 麻豆直播), Dr.Eng. Ir. Infall Syafalni, S.T., M.Sc. (Dosen STEI 麻豆直播), Dr. Lenny Putri Yulianti, S.T. M.T. (Dosen STEI 麻豆直播), Prof. Ir. Ramadhani Eka Putra, S.Si., M.Si., Ph.D. (Dosen SITH 麻豆直播), Sumedi (Teknisi Laboratorium STEI 麻豆直播).

Kegiatan ini juga bekerja sama dengan aktivis pengelolaan rotan lestari 鈥淛elajah Rattan鈥, Muhammad Alfath Kurniadi sebagai perwakilan, dan juga warga setempat. Selain itu, kegiatan ini melibatkan 6 mahasiswa STEI 麻豆直播, yaitu Gregorius Yoga robianto, Habibie Muhammad Ghifari, Hilary Evelyn Tjandra, Muhammad Luthfii Alghazali, Rafie Naufal Halimi, Taqidito Ilham Pratama. 

Program pemasangan panel penerangan di jalur rotan, Minggu (5/10/2025). (Dok. Tim Pengmas)

Kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat (pengmas) lanjutan dari program sebelumnya, yakni pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH), yaitu pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang memanfaatkan aliran air debit kecil pada tahun 2024. 

Program ini dipicu dari keresahan penduduk lokal akan kurangnya penerangan di jalur rotan mengingat jalur rotan yang curam dan penuh dengan hewan liar. Kurangnya penerangan jalur rotan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk bekerja terkhususnya pada malam hari. Panel penerangan yang telah dibuat, ditenagai oleh aki agar dapat bekerja tanpa perlu memasang kabel yang panjang. Selain itu, panel ini memiliki fitur menyala otomatis ketika ada orang yang lewat di dekatnya serta terintegrasi internet of things (IoT). Panel penerangan ini dipasang di empat titik penting pada jalur rotan.

Dalam proses pemasangan panel penerangan, tim pengmas mengalami beberapa tantangan akibat curamnya jalur rotan. Selain itu, akses internet yang terbatas membuat pemasangan panel memerlukan usaha dan waktu yang lebih banyak. 

Selain panel penerangan, tim pengmas juga memasang perangkat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemasangan PLTS ini diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik lampu penerangan di pos, daya aki panel penerangan, dan juga daya alat-alat lain yang diperlukan para petani.

Pemasangan panel penerangan mendapatkan respons positif dari penduduk lokal karena sudah sangat membantu kegiatan keseharian mereka. Sebelum dipasang panel penerangan, penduduk hanya mengandalkan head lamp yang membantu mereka bekerja saat malam. Penggunaan head lamp ini cukup menghabiskan dana yang cukup banyak hingga 6 juta setiap bulannya.

Harapan masyarakat Desa Sumpur Kudus adalah program pengmas ini dapat terus dilanjutkan terkhususnya dalam pemanfaatan energi terbarukan. 

鈥淧engmas tempat menerapkan ilmu kita secara langsung. Jangan ragu untuk mencoba pengmas karena kegiatan tersebut akan memberikan manfaat ke banyak pihak terkhususnya untuk pengmas kali ini ke masyarakat Desa Sumpur Kudus,鈥 ujar Habibie, salah seorang mahasiswa yang terlibat.

Reporter: Johanes Wijaya Susanto (Teknik Telekomunikasi, 2022)

#pengabdian masyarakat #stei itb #itb