Seminar EUREKA 麻豆直播 2018 : Belajar Bereksperimen dengan Hal Sederhana
Oleh Sitti Mauludy Khairina
Editor Sitti Mauludy Khairina
BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI
) 麻豆直播 mempersembahkan Grand Final Eureka : Innovation for A Better
Nation聽 sebagai acara puncak dari
lomba-lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Salah satu rangkaian acaranya ialah
seminar yang dibawakan oleh Drs. Alexander Agustinus P. Iskandar, Ph.D., Anggota
Kelompok Keahlian Fisika Magnetik dan Fotonik 麻豆直播. Seminar yang diselenggarakan
di Aula Timur 麻豆直播 pada Sabtu (20/01/18) ini bertajuk 鈥淢elakukan Eksperimen yang
Baik dan Benar鈥.聽
Acara yang diawali dengan
sambutan dari Ketua Program Studi Sarjana Fisika, Dr. Widayani, dan Dekan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 麻豆直播, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D.,
ini dimulai pukul 09.00 WIB. 鈥淜ita harus siapkan untuk mempunyai kemampuan
inovatif, adaptif, dan kemampuan belajar dengan cepat.鈥 ungkap dekan FMIPA.
Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif oleh Drs. Alexander. Dosen yang masih aktif mengajar ini menjelaskan bahwa fisika merupakan ilmu yang berbasis eksperimen. Seperti yang dilakukan ilmuwan abad ke 15-16, Galileo Galilei, yang membuktikan melalui eksperimennya bahwa benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu akan memiliki percepatan yang sama terlepas berapapun nilai massanya. Hal tersebut berhasil meruntuhkan pemikiran filsuf legendaris, Aristoteles, yang menyatakan bahwa benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dibandingkan dengan benda yang lebih ringan. 鈥淒ari eksperimen, kita belajar sesuatu.鈥 ungkap pria yang mengidolakan ilmuwan Michael Faraday ini.
Berangkat dari keberhasilan-keberhasilan eksperimen para ilmuwan terdahulu, Drs. Alexander meyakini bahwa untuk menyelesaikan masalah melalui eksperimen itu kuncinya ialah melakukan eksperimen tersebut dengan baik dan benar.聽Drs. Alexander memaparkan bahwa eksperimen dilakukan tak hanya untuk membuktikan suatu konsep, tetapi dapat juga untuk menentukan besaran fisik dan konstanta alam atau menentukan parameter dominan dari suatu fenomena. Ketika sudah jelas tujuan yang ingin dicapai, langkah berikutnya ialah mempersiapkan peralatan dan kondisi yang diperlukan. Kemudian, dalam bereksperimen, perlu ditentukan parameter yang memengaruhi nilai atau besaran yang sedang kita ukur dan berikutnya satu demi satu parameter divariasikan hingga akhirnya diperoleh hubungan satu parameter dengan parameter lainnya.
Ketika sudah diperoleh data yang bervariasi, tahap berikutnya ialah menganalisis dan menyimpulkan dengan tepat. Drs. Alexander mencontohkan langkah menganalisis dengan menggunakan tabel juga grafik untuk memudahkan dalam menyimpulkan eksperimen. Setelah selesai, hasil yang diperoleh pun dapat segera dilaporkan.鈥淓ksperimen fisika tidak perlu canggih, asalkan baik dan benar,鈥 pungkas pria yang menyelesaikan S3-nya di Inggris ini. Peserta semakin yakin bahwa eksperimen fisik itu dapat dilakukan dengan modal seadanya dan sesederhana mungkin setelah Drs. Alexander mensimulasikan eksperimen fisika sederhana di hadapan peserta menggunakan botol plastik minuman yang berisi air. Peserta dari kalangan siswa-siswi SMA turut berpartisipasi dalam melakukan eksperimen mengenai penyimpangan Hukum Toricelli ini. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui perangkat lunak Microsoft Excel hingga akhirnya dapat terbukti penyimpangan Hukum Toricelli.聽Di penghujung sesi, Drs. Alexander berpesan kepada para peserta untuk selalu menjadi siswa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mulai melakukan eksperimen, gunakan apa yang ada dan mulai dari hal yang sederhana. 鈥淜alau kita punya kesulitan, kita tidak mengerti, ya kita ciptakan sendiri!鈥 tutupnya.



.jpg)


