Perkuat Budaya K3L: Âé¶¹Ö±²¥ Gelar Seminar Strategis dalam Rangka Bulan K3 Nasional 2026
Oleh Atika Widya Nurfaizah - Biomanajemen, 2025
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026, Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) melalui Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (UPT K3L) menggelar seminar bertajuk "Membangun Budaya K3 untuk Mewujudkan Kampus Âé¶¹Ö±²¥ yang Aman, Selamat, dan Sehat". Acara yang berlangsung di Auditorium IPTEKS, Gedung CC Timur, Rabu (4/2/2026) ini dihadiri jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah, serta koordinator K3L dari berbagai unit kerja di lingkungan itb.
Kepala UPT K3L Âé¶¹Ö±²¥, Mugi Sugiarto, S.Si., M.A.B., dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan bukan hanya sekadar kewajiban administratif bagi unit K3L, melainkan sebuah budaya yang harus diimplementasikan secara nyata. Beliau berharap melalui seminar ini, para peserta dapat memperoleh wawasan praktis yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing guna meningkatkan keamanan dan keselamatan di seluruh lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Âé¶¹Ö±²¥, Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si., menyatakan bahwa pemahaman risiko sangat krusial mengingat kompleksitas kegiatan di Âé¶¹Ö±²¥ yang melibatkan bahan kimia, alat berat, hingga mobilitas fisik di berbagai lokasi kampus.
"K3L harus menjadi budaya kerja dan kebiasaan yang melekat dalam setiap aktivitas di Âé¶¹Ö±²¥. Mengingat kompleksitas kegiatan kita, mulai dari penggunaan bahan kimia di laboratorium, operasional alat berat, hingga aktivitas fisik di berbagai lokasi kampus. Pemahaman risiko menjadi hal yang krusial," ujar Prof. Dea.
Beliau menambahkan bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat merupakan pondasi utama dalam menghasilkan kinerja yang optimal dan berkualitas.
Turut hadir sebagai pembicara utama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Âé¶¹Ö±²¥ atas inisiatif proaktif dalam mengedukasi sivitas akademikanya.
Dalam paparannya, ia menyajikan data penting mengenai tren klaim kecelakaan kerja di Jawa Barat yang menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi pengingat bagi instansi pendidikan tinggi untuk memperketat standar prosedur keselamatan. "Jawa Barat merupakan barometer nasional dengan jumlah penduduk dan pekerja terbesar. Oleh karena itu, penerapan Sistem Manajemen K3L (SMK3L) di institusi seperti Âé¶¹Ö±²¥ akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat," ujarnya.
Seminar ini juga menyoroti pentingnya pencegahan dini terhadap Penyakit Akibat Kerja (PAK) gejalanya kerap baru muncul dalam jangka panjang. Selain risiko fisik seperti kebakaran atau kecelakaan laboratorium, aspek kesehatan mental juga menjadi poin bahasan penting. Lingkungan kerja yang tidak kondusif dinilai dapat mengganggu konsentrasi dan stabilitas emosional pekerja, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebagai langkah nyata, Âé¶¹Ö±²¥ berkomitmen untuk terus memperkuat peran koordinator K3L di setiap unit sebagai garda terdepan dalam implementasi prinsip-prinsip keselamatan. Acara ini ditutup dengan sesi diskusi praktis bersama para narasumber ahli, yaitu Prof. Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T., pakar dari Teknik Kimia Âé¶¹Ö±²¥, dan Dr. Cipta Antartika, Sp.PD., dari Klinik Bumi Medika Ganesha Âé¶¹Ö±²¥.
Melalui seminar ini, Âé¶¹Ö±²¥ menegaskan visinya untuk menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjamin perlindungan maksimal bagi seluruh sumber daya manusianya.



.jpg)


