Penangguhan Penahanan Mahasiswi FSRD: Âé¶¹Ö±²¥ Lanjutkan Pembinaan dan Pendampingan
Oleh Tim - Istimewa
Editor Diky Purnama, S.Si.,M.Ds.
BANDUNG, itb.ac.id, 11 Mei 2025 – Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) menyampaikan bahwa mahasiswi dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) berinisial SSS yang sebelumnya diamankan pihak kepolisian terkait unggahan meme di media sosial, telah mendapatkan penangguhan penahanan.
Kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
- Âé¶¹Ö±²¥ mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakil Ketua DPR RI, serta Ketua Komisi III DPR RI. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM), Tim Pengacara, Keluarga Mahasiswa Âé¶¹Ö±²¥ (KM Âé¶¹Ö±²¥), para Alumni Âé¶¹Ö±²¥, rekan-rekan media, serta masyarakat luas yang turut mengawal proses ini.
- Mahasiswi SSS telah mendapatkan penangguhan penahanan oleh kepolisian, Âé¶¹Ö±²¥ akan melanjutkan proses pembinaan akademik dan karakter terhadap yang bersangkutan.
- Âé¶¹Ö±²¥ berkomitmen untuk mendidik, mendampingi dan membina mahasiswi tersebut untuk dapat menjadi pribadi dewasa yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi adab dan etika dalam menyampaikan pendapat dan berekspresi, dengan dilandasi nilai-nilai kebangsaan.
- Sebagai bagian dari upaya edukatif, Âé¶¹Ö±²¥ akan memperkuat literasi digital, literasi hukum dan etika berkomunikasi di berbagai media, termasuk dengan penyelenggaraan diskusi terbuka, kuliah umum, dan program pembinaan yang melibatkan teman sebaya, pakar dan dosen. Hal ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa tentang kebebasan yang konstruktif dalam era digital.
- Âé¶¹Ö±²¥ mendorong seluruh civitas akademika untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama, bahwa kebebasan berekspresi adalah hak setiap warga negara, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab, pemahaman hukum, serta penghormatan terhadap hak dan martabat orang lain.
- Âé¶¹Ö±²¥ terus melakukan segala upaya untuk terciptanya atmosfer akademik yang sehat dan berkualitas, tetap memberi ruang bagi kebebasan berkumpul, berpendapat dan berekspresi, melakukan kajian kritis, namun tetap sopan, beretika dan bertanggung jawab.
Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Institut Teknologi Bandung
Dr. N. Nurlaela Arief, MBA., IAPR.



.jpg)



