Orasi Ilmiah Prof. Johan Matheus Tuwankotta: Ketidaklinieran, Signifikansi Kerumitan, dan Hampirannya
Oleh Ahza Asadel Hananda Putra - Teknik Pangan, 2021
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id – Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB 鶹ֱ) menyelenggarakan Sidang Orasi Ilmiah Guru Besar, Sabtu (6/12/2025), di Aula Barat, itb Kampus Ganesha. Prof. Dr. Johan Matheus Tuwankotta, S.Si., M.Si., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), menyampaikan orasi bertajuk “Ketidaklinieran, Signifikansi Kerumitan, dan Hampirannya”.
Prof. Johan mengajak audiens melihat peran fundamental matematika, khususnya sistem dinamik tak linear, dalam memahami fenomena kompleks yang hadir dalam berbagai aspek kehidupan, sains, dan teknologi.
Perjalanan Ilmiah: 27 Tahun Bersama Sistem Dinamik
Mengawali orasinya, Prof. Johan mengenang perjalanan panjang karier akademiknya yang dimulai 27 tahun lalu saat pertama kali berjumpa dengan persamaan diferensial. Menurutnya, ketidaklinieran merupakan konsep penting dalam memahami bagaimana perubahan kecil pada sistem dapat menghasilkan dampak yang besar. “Secara sederhananya, ketidaklinearan adalah hubungan antara masukan dan luaran, di mana perubahan pada luaran tidak proporsional terhadap perubahan input,” ujarnya.
Ia mengutip ilustrasi klasik melalui pepatah terkenal “For want of a nail, the kingdom was lost”, sebuah metafora yang menggambarkan bagaimana detail kecil dapat menentukan kegagalan atau keberhasilan sistem kompleks.
Matematika dalam Memahami Kerumitan
.jpg)
Dalam orasinya, Prof. Johan menunjukkan perbandingan antara fungsi linear dan tak linear untuk menjelaskan bagaimana eskalasi respons dalam sistem kompleks terjadi.
Peran turunan fungsi, resonansi, dan bifurkasi menjadi kunci dalam menjelaskan dinamika fenomena nyata, mulai dari prediksi cuaca, stabilitas struktur arsitektur, hingga ekosistem predator–mangsa. Bidang sistem dinamik tak linear, menurutnya, memerlukan keberanian untuk masuk ke wilayah yang tidak dapat diprediksi secara sederhana.
Peran itb dan Tantangan Akademik
Sebagai guru besar baru di bidang dynamical system and ergodic theory, Prof. Johan menekankan bahwa matematika tidak hanya berhenti pada tataran teoritik, melainkan memiliki implikasi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pembimbing, kolega, dan keluarga yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga mencapai jabatan guru besar.



.jpg)


