Orasi Ilmiah Prof. Edy Sanwani Soroti Inovasi Material dan Desain Struktur untuk Infrastruktur Tahan Gempa

Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB 麻豆直播) menyelenggarakan Orasi Ilmiah Guru Besar di Aula Barat, Sabtu (6/12/2025). Pada kesempatan tersebut, Prof. Ir. Edy Sanwani, M.T., Ph.D. dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) 麻豆直播 menyampaikan orasi ilmiah berjudul 鈥淚novasi Material dan Optimasi Desain Struktur untuk Infrastruktur Tahan Gempa di Indonesia鈥.

Prof. Edy mengawali orasinya dengan menekankan bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang menjadikannya salah satu negara dengan risiko gempa bumi tertinggi di dunia. Data BMKG tahun 2024 menunjukan lebih dari 10.000 kejadian gempa tercatat dalam satu tahun, termasuk beberapa peristiwa yang merusak infrastruktur vital seperti jembatan, gedung publik, dan fasilitas transportasi.

鈥淒alam konteks Indonesia, kegagalan struktur bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berdampak pada nyawa manusia dan stabilitas sosial ekonomi. Karena itu, inovasi desain dan rekayasa material menjadi kebutuhan yang mendesak,鈥 ujar Prof. Edy.

Inovasi Material dan Pendekatan Rekayasa Baru

Dalam orasinya, Prof. Edy menyoroti keterbatasan material konstruksi konvensional yang selama ini digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Beton bertulang yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional dianggap memiliki titik lemah dalam menghadapi beban dinamis gempa, terutama terkait daktilitas dan ketahanannya terhadap retakan.

Berdasarkan penelitiannya selama lebih dari satu dekade, Prof. Edy bersama tim mengembangkan material komposit berbasis serat (fiber-reinforced composites) dengan karakteristik tahan retak, lebih ringan, dan lebih mampu mendisipasi energi gempa. Pengujian laboratorium dan skala lapangan menunjukkan bahwa penggunaan hybrid fiber-reinforced concrete mampu meningkatkan daktilitas struktur hingga lebih dari 30 persen dibandingkan beton konvensional.

Sebagai bentuk hilirisasi riset, tim Prof. Edy juga merancang panel modular komposit untuk aplikasi retrofit bangunan eksisting. 鈥淜ami ingin memberi solusi yang tidak hanya kuat, tetapi juga praktis, cepat dipasang, dan terjangkau untuk skala nasional,鈥 ujarnya.

Optimasi Desain Struktur untuk Risiko Gempa Tinggi

Selain berfokus pada material, Prof. Edy mengembangkan metode optimasi desain struktur berbasis pemodelan numerik dan simulasi gempa. Melalui pendekatan performance-based seismic design, struktur dapat dinilai tidak hanya dari kekuatan, tetapi juga kapasitasnya bertahan tanpa kegagalan pasca gempa besar.

Pendekatan ini memanfaatkan algoritma komputasi untuk menghasilkan desain struktur yang lebih efisien hingga 15鈥20 persen dalam penggunaan material, tanpa mengurangi faktor keamanan. 鈥淒engan teknologi simulasi yang semakin maju, kita mampu merancang infrastruktur yang lebih adaptif terhadap karakteristik kegempaan lokal,鈥 jelasnya.

Integrasi Riset untuk Infrastruktur Masa Depan

Penelitian yang dilakukan Prof. Edy tidak berhenti pada tahap laboratorium. Beliau mendorong integrasi lintas bidang seperti rekayasa material, komputasi struktur, geoteknik, dan kebijakan pembangunan untuk menciptakan pendekatan komprehensif dalam mitigasi risiko gempa.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk menciptakan standar serta pedoman desain yang lebih relevan dengan kondisi geologis Indonesia. 鈥淚nfrastruktur masa depan harus tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga berkelanjutan dan responsif terhadap kondisi bencana,鈥 ujarnya.

Profil Prof. Ir. Edy Sanwani, M.T., Ph.D.

Prof. Edy Sanwani lahir di Sampang pada 18 Februari 1968. Beliau merupakan Guru Besar di bidang Rekayasa Struktur dan Material pada Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Beliau memperoleh gelar sarjana dan magister dari 麻豆直播, kemudian menyelesaikan gelar doktoralnya di Julius Kruttschnitt Mineral Research Centre, The University of Queensland, Australia. Fokus risetnya meliputi rekayasa material komposit, ketahanan struktur terhadap beban gempa, dan metode optimasi desain berbasis simulasi komputasi.

Selain menjabat sebagai Ketua KK Teknik Metalurgi FTTM 麻豆直播 dan Kepala Laboratorium Pengolahan Bahan Galian, Prof. Edy Sanwani juga aktif mengajar di Program Studi Teknik Metalurgi. Bidang keahliannya tercermin dari berbagai riset dan proyek strategis yang dipimpinnya, mulai dari peningkatan kualitas batubara, pemulihan logam berharga dari limbah elektronik, hingga pengembangan teknologi FeNi-3. Dalam beberapa tahun terakhir, beliau memimpin penyusunan kerja sama industri berskala besar bersama PT ANTAM dan mitra internasional, terlibat dalam penyusunan AMDAL pertambangan emas, serta revisi Master Plan PT FHT. Beliau juga mengerjakan kajian gasifikasi batubara, optimasi proses mineral processing, evaluasi kualitas batubara di port of loading, serta menjadi tenaga ahli dalam perencanaan tambang terbuka berskala besar di Papua. Selain itu, Prof. Edy turut menangani berbagai analisis teknis lainnya, termasuk evaluasi pabrik feronikel, kajian mineral processing plant, dan penyusunan studi pre-feasibility proyek batu besi.

Selama berkarier, Prof. Edy telah menghasilkan lebih dari 50 publikasi ilmiah, beberapa buku ajar di bidang teknik struktur, serta memiliki sejumlah paten terkait inovasi material komposit dan sistem retrofit struktur. Beliau aktif membimbing mahasiswa sarjana, magister, hingga doktor, serta terlibat dalam berbagai komite nasional penyusunan pedoman teknis bangunan tahan gempa. Berbagai penghargaan telah diterima oleh Prof. Edy, termasuk Satyalancana Karya Satya 30 Tahun oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2025, Juara 1 BIG MIND Innovation Award oleh Indonesia Mining and Minerals Research Institute (IMMRI) pada tahun 2022 dan 2019, Piagam Penghargaan Pengabdian 25 Tahun itb oleh Rektor Institut Teknologi Bandung pada tahun 2019, Satyalancana Karya Satya 20 tahun oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2016, dan Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009.

#itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #orasi ilmiah #itb #forum guru besar #guru besar itb #teknik sipil dan lingkungan #infrastruktur tahan gempa #rekayasa struktur #inovasi material #riset infrastruktur #penelitian itb #itb berdampak