Orasi Ilmiah Guru Besar 麻豆直播 Prof. Indah Rachmatiah Siti Salami: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Oleh Dina Avanza Mardiana - Mikrobiologi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB 麻豆直播) menggelar orasi ilmiah di Aula Barat, itb Kampus Ganesha, Sabtu (6/12/2025). Pada acara tersebut, Prof. Ir. Indah Rachmatiah Siti Salami, M.Sc., Ph.D., dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. Dalam orasinya yang berjudul 鈥淧eran Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan,鈥 Prof. Indah menyoroti hubungan erat antara kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam pembukaannya, Prof. Indah menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus menjamin terpenuhinya kebutuhan generasi saat ini tanpa merusak kesempatan generasi yang akan datang.

Ia menilai bahwa orientasi pembangunan di banyak negara masih menitikberatkan pertumbuhan ekonomi sambil mengabaikan aspek lingkungan. Kondisi tersebut, menurutnya, menciptakan paradoks kesejahteraan yang berujung pada penurunan kualitas hidup akibat pencemaran air, udara, dan tanah.

Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan sebagai Solusi Ilmiah

Prinsip dan lingkup analisis risiko kesehatan lingkungan.

Prof. Indah menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang berada pada kondisi triple planetary crisis, yaitu kombinasi perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, serta polusi dan limbah yang semakin meningkat. Ketiga krisis tersebut saling memperkuat dan menciptakan dampak langsung terhadap kesehatan manusia.

Ia mengutip laporan WHO yang mencatat bahwa 24 persen kematian global berkaitan dengan faktor lingkungan, angka yang menurutnya menunjukkan situasi serius yang tidak boleh diabaikan. 鈥淚ni bukan sekadar isu ekologis, tetapi persoalan kesehatan publik berskala global,鈥 ujarnya.

Memasuki bagian inti orasi, Prof. Indah menjelaskan bahwa Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) merupakan pendekatan ilmiah yang sangat penting untuk menilai dampak kesehatan akibat paparan pencemar. ARKL digambarkan sebagai proses sistematis yang mencakup identifikasi bahaya, evaluasi pajanan, analisis dosis-respon, dan karakterisasi risiko untuk menentukan tingkat bahaya baik yang bersifat karsinogenik maupun nonkarsinogenik.

Ia menekankan bahwa penyakit tidak muncul sebagai akibat tunggal dari agen pencemar, tetapi merupakan hasil interaksi antara agen, lingkungan, dan inang (host). Ketidakseimbangan faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan.

Melalui pendekatan ARKL, jalur pajanan pencemar dapat dianalisis, baik melalui oral, dermal, maupun inhalasi, sehingga dampak kesehatan jangka pendek maupun panjang dapat diprediksi dan dipetakan. 鈥淒ata ilmiah bukan sekadar angka, tetapi alat untuk membuat keputusan yang menyelamatkan masyarakat,鈥 ujarnya.

Prof. Indah menjelaskan bahwa hasil ARKL menjadi dasar dalam menentukan prioritas wilayah yang memerlukan penanganan segera melalui manajemen risiko yang tepat. Pendekatan ini memungkinkan pengambil kebijakan untuk menetapkan strategi berdasarkan data ilmiah yang terukur.

Studi Kasus Sungai Citarum dan Tantangan ke Depan

Untuk menunjukkan penerapan ARKL dalam konteks nyata, Prof. Indah memaparkan hasil penelitian mengenai pencemaran di Sungai Citarum. Analisis spasial menunjukkan tingginya risiko kesehatan akibat paparan logam berat seperti timbal dan arsenik.

Ia menyampaikan bahwa 95 persen wilayah Dayeuhkolot berada dalam kategori risiko tinggi. Temuan tersebut memperlihatkan keterkaitan langsung antara kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko penyakit kronis pada masyarakat terpapar.

Selain itu, ia menyoroti munculnya emerging pollutants seperti mikroplastik dan residu farmasetik, yang ditemukan pada konsentrasi sangat rendah namun berpotensi memberikan efek biologis signifikan.

Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang semakin kompleks dan memerlukan kolaborasi multidisiplin antara kimia analitik, toksikologi, data spasial, dan biostatistika untuk memprediksi risiko secara lebih akurat.

Pada penutupan orasi, Prof. Indah menegaskan bahwa ARKL memiliki peran strategis dalam penyusunan kebijakan publik. Ia menyebut implementasi Pedoman ARKL oleh Kementerian Kesehatan pada 2024 sebagai langkah penting memperkuat penilaian dampak kesehatan pada dokumen AMDAL di Indonesia.

鈥淛ika kita gagal membaca risikonya hari ini, generasi berikut yang akan membayar harganya,鈥 ujarnya. Ia berharap akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai dasar kesejahteraan makhluk hidup.

#forum guru besar #guru besar itb #teknik lingkungan #kesehatan lingkungan #risiko lingkungan #pembangunan berkelanjutan #penelitian itb #sungai citarum #itb berdampak #orasi ilmiah #sdg3 #good health and well being #sdg6 #clean water and sanitation #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg14 #life below water #sdg15 #life on land