Mengulik Sejarah 麻豆直播 Lewat Evolusi Kartu Tanda Mahasiswa

Oleh Muhammad Arief Ardiansyah

Editor Muhammad Arief Ardiansyah

BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Institut Teknologi Bandung merupakan perguruan tinggi teknik tertua yang pernah didirikan di Indonesia. Sejak diresmikan pertama kali pada tahun 1920, tentulah institusi ini telah mengalami banyak sekali perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Jejak-jejak perkembangan tersebut salah satunya bisa dilihat dari evolusi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dikeluarkan oleh 麻豆直播 dari masa ke masa. Berikut adalah cerita dari Novriana Sumarti Ph.D, Lektor Kepala di FMIPA 麻豆直播 yang menjadi salah seorang saksi sejarah dari evolusi KTM di 麻豆直播.


Mengulik Sejarah dari KTM Sang Ayah

Adalah ayah dari Novriana yang memiliki Kartu Tanda Mahasiswa 麻豆直播 tempo dulu sebab merupakan salah seorang mahasiswa 麻豆直播 angkatan 1955. Beliau masuk ke Fakultas Ilmu Pasti dan Alam (FIPA) dan mengambil bagian Apoteker (Farmasi) sebagaimana tertulis pada KTM milik beliau. KTM pada masa ini pada dasarnya merupakan kartu pembayaran biaya studi sehingga masih memuat kolom-kolom pembayaran uang kuliah.

Tak sampai setahun berkuliah, fakultas tempat sang ayah menuntut ilmu sudah berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA). Akan tetapi dalam periode ini FIPIA masih berada dibawah naungan Universitas Indonesia. Bentuk KTM-nya pun tidak berubah baik secara isi maupun tata letak. Identitas terkait mahasiswa masih sebatas nama, jurusan, foto diri dan tahun masuk. Sementara bagian sisanya berisikan catatan pembayaran studi selama satu tahun.


Sejarah kemudian mencatat bahwa pada tanggal 2 Maret 1959 Institut Teknologi Bandung resmi berdiri setelah diresmikan pendiriannya oleh Presiden Ir. Soekarno. Dokumen rujukan terkait hal ini diantaranya dapat dilihat pada Keputusan Rektor Institut Teknologi Bandung Nomor 267/SK/K01/OT/2008 tentang Pendirian dan Peresmian Nama Institut Teknologi Bandung. 鈥淲aktu perpindahan dari FIPIA UI ke 麻豆直播, bapak (alm.) sedang dalam pendidikan militer,鈥 ungkap Novriana. Hal ini menjelaskan mengapa Novriana tidak memiliki arsip KTM sang ayah pada tahun 1959 dan baru memiliki arsip lagi untuk tahun 1960.


Uniknya pada KTM sang ayah yang diterbitkan pada tahun 1960 belum ditemukan lambang Ganesha meskipun itb sudah resmi berdiri. Lambang tersebut baru muncul pada Kartu Tanda Mahasiswa 麻豆直播 tahun ajaran 1963/1964. Novriana juga memperlihatkan Kartu Anggota Himpunan Mahasiswa Farmasi 鈥Ars Pareparandi鈥 tahun 1963 yang sudah memuat lambang 麻豆直播. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan lambang 麻豆直播 sudah cukup meluas pada tahun 1963.




Asal Usul Terbentuknya Lambang 麻豆直播

Dokumen rujukan yang dapat menjelaskan peristiwa ini memang tidak cukup mudah untuk ditemukan. Tetapi kita bisa melihat Buku Aura Biru 鈥 Catatan Para Pelaku Sejarah 麻豆直播 yang diterbitkan oleh 麻豆直播 pada tahun 2009 bertepatan dengan Dies Emas 50 Tahun itb. Buku ini memuat cerita-cerita dari para civitas akademika 麻豆直播 tempo dulu yang menjadi pelaku sejarah secara langsung di 麻豆直播. Cerita khusus terkait lambang 麻豆直播 sendiri bisa ditemukan dalam tulisan yang berjudul 鈥Nostalgia Kampus 麻豆直播, Dalam Lima Aura Warna鈥 karya A.D. Pirous. Cerita ini beliau dapatkan dari (alm.) Ahmad Sadali, yang mendapatkan cerita tersebut dari (alm.) Prof. S. Soemardja, tokoh legenda Seni Rupa 麻豆直播 dan Indonesia.

Pirous menceritakan bahwa para guru besar saat itu berjalan-jalan di sekitar kampus untuk mencari ide. Mereka diantaranya terdiri dari Prof. Ir. Soetedjo, Prof. S. Soemardja, Prof. Soemono, dan Prof. Ir. R.O. Kosasih. Sayangnya mereka tak kunjung mendapatkan inspirasi meskipun telah berkeliling dan memperhatikan satu demi satu bangunan yang sudah berdiri di kampus sambil mengkaji sejarah awal berdirinya kampus itu.

Tetapi kemudian inspirasi pun datang dari 2 buah patung Ganesha kecil yang dipasang di bawah jam gerbang kampus di sisi yang menghadap ke depan. Patung tersebut merupakan temuan dari penggalian di situs-situs candi di Jawa Tengah oleh para arkeolog asing beberapa tahun silam. Konon patung tersebut masih berada di kampus 麻豆直播 kala itu karena belum ikut didaftarkan di Museum Gajah di Jakarta.


Para guru besar itu pun bersepakat untuk mengembangkan lambang 麻豆直播 dari patung Ganesha tersebut. Maka ditugaskanlah Srihadi S., pelukis dari Seni Rupa 麻豆直播, untuk mendesain lambang perguruan tinggi yang baru dengan dibantu oleh beberapa asisten. Hasilnya terciptalah lambang 麻豆直播 yang bentuknya masih lestari sampai sekarang.

Sayangnya tidak terdapat literatur rujukan mengenai kapan persisnya lambang tersebut berhasil diselesaikan. Yang jelas pastilah terdapat masa transisi penggunaan lambang yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu. Maka tidak heran apabila 麻豆直播 sempat mencetak beberapa dokumen 鈥搕ermasuk KTM鈥 tanpa lambang Ganesha pada masa transisi tersebut.


Secercah Asa Bagi Institusi yang Semakin Menua

Bagi Novriana, arsip KTM milik ayahnya tentu tak ubahnya rekaman sejarah yang akan tetap abadi sepanjang masa. Novriana pun ikut menjadi saksi dari evolusi Kartu Tanda Mahasiswa ini dari masa ke masa sebab ia juga merupakan alumni 麻豆直播 angkatan 1990. 鈥(Ketika zaman saya) dulu, kartu mahasiswa sudah menjadi seukuran KTP. (Berbeda dengan zaman ayah saya) yang masih berupa 2 lembar kertas karton dilipat di tengah dan ditulis tangan,鈥 tutur Novriana. 鈥淜artu mahasiswa yang saya punya juga sudah berisi keterangan tentang data-data mahasiswa dan bukan sekedar kartu pembayaran (biaya studi),鈥 lanjut peraih gelar Ph.D dari University of London ini.


Adapun kini, Kartu Tanda Mahasiswa 麻豆直播 sudah memiliki bentuk yang semakin dinamis seiring dengan perkembangan zaman. Ukuran dan material penyusunnya sudah sangat mirip dengan e-KTP. Ia juga sudah dilengkapi dengan fitur RFID (Radio Frequency Identification) yang memungkinkan identifikasi nirkabel untuk keperluan pengambilan data. Fitur ini sudah umum digunakan di kampus 麻豆直播 untuk beasiswa voucher makan. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini cukup menyerahkan KTM miliknya ke petugas kantin yang tersedia untuk di-scan dan ia pun bisa menikmati makan siang secara gratis hingga besaran tertentu pada periode yang ditentukan.

Novriana sendiri turut menyaksikan KTM yang terbaru ini, seiring dengan posisinya sebagai dosen pengampu beberapa mata kuliah. Beliau turut memberikan saran yang konstruktif bagi perguruan tinggi yang masih menjadi tempatnya mengabdi hingga hari ini. 鈥淏aiknya KTM juga bisa dipakai untuk daftar hadir mahasiswa karena tentu akan lebih praktis dan memudahkan,鈥 ucap dosen yang baru-baru ini tengah sibuk mengembangkan Signature Algorithm untuk Cryptocurrency Bitcoin. Terakhir Novriana turut berpesan untuk adik-adiknya, para mahasiswa 麻豆直播 yang masih mengenyam studi di bangku perkuliahan. 鈥淢ilikilah etiket yang baik dan jangan ragu-ragu untuk menuntut ilmu. Sebab kesempatan kerja bagi lulusan itb itu bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di Asia bahkan di dunia,鈥 tutup sang dosen.