Mahasiswa PWK 麻豆直播 Hadirkan Solusi untuk UMKM, Raih 2 Penghargaan Nasional Indonesia Economic Outlook 2026
Oleh Diva Anastasia Farasilva - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Dua mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2023, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung (麻豆直播), Ni Ketut Ayu Ratih Antari dan Aldrin Zaydan Muhtadi yang tergabung dalam Tim Helios, meraih Juara 2 serta penghargaan People鈥檚 Choice dalam ajang Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 pada kategori Policy Case Study Competition.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia ini menantang peserta merumuskan solusi kebijakan terhadap isu ekonomi nasional melalui pendekatan analitis dan berbasis data.
Dalam kompetisi ini, Tim Helios mengangkat topik reformasi kebijakan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Berbeda dari mayoritas peserta yang berasal dari latar belakang ekonomi, Tim Helios mengusung pendekatan khas PWK, dimulai dari analisis kebijakan yang telah berlaku, identifikasi permasalahan di lapangan, hingga benchmarking dengan negara lain seperti Thailand dan Vietnam untuk melihat kesenjangan kebijakan yang ada.
鈥淪ebagai mahasiswa PWK, kami mencoba memulai dari membaca kebijakan UMKM yang ada saat ini dan memahami tantangan riil di lapangan, baru kemudian diperkuat dengan data kuantitatif dan fiskal,鈥 ujar Ni Ketut Ayu Ratih Antari.
Berdasarkan analisis tersebut, Tim Helios merumuskan tiga solusi utama, yaitu harmonisasi regulasi, simplifikasi perizinan dan pengawasan, serta digitalisasi dan pendampingan produktif bagi UMKM. Solusi ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan serta mendorong daya saing UMKM di era digital dan global.
Gagasan yang diusulkan memiliki relevansi strategis terhadap kondisi UMKM di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kompleksitas regulasi, keterbatasan akses terhadap perizinan, serta minimnya pendampingan dan adopsi teknologi.
Melalui pendekatan yang komprehensif, rekomendasi kebijakan ini berpotensi mendukung optimalisasi peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Motivasi mereka mengikuti kompetisi ini yakni menguji kemampuan di bidang ekonomi yang masih berkaitan dengan keilmuan PWK. Selain itu, pengalaman sebelumnya yang belum berhasil menembus tahap final menjadi dorongan bagi tim untuk bangkit dan mencoba kembali.
鈥淭ahun ini kami ingin 鈥comeback鈥 dari kegagalan sebelumnya. Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk berkembang sekaligus menguji sejauh mana kemampuan kami,鈥 ujar Aldrin.
Bagi mereka, pengalaman ini tidak hanya tentang pencapaian, tetapi juga proses panjang yang dilalui dengan konsistensi dan semangat. Mereka berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba berbagai kompetisi sebagai sarana pengembangan diri.



.jpg)



