Legacy in Motion itb Jazz Aula Barat 9 Perkuat Regenerasi Musisi Muda dan Warisan Jazz di 麻豆直播
Oleh Ahmad Daffa Aldhiya - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2021
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥 麻豆直播 Jazz Aula Barat (JAB) 9 kembali digelar sebagai salah satu perayaan musik paling berpengaruh di lingkungan Institut Teknologi Bandung. Tidak sekadar konser, JAB telah berkembang menjadi ruang temu lintas generasi, wadah berbagi pengalaman, serta simbol keberlanjutan tradisi jazz di Kampus Ganesha. Tahun ini, tema yang diangkat 鈥淟egacy in Motion鈥, yang menegaskan bahwa warisan musik adalah sesuatu yang terus bergerak dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Penyelenggaraan JAB 9 dipimpin oleh Galih Muhammad Syah Athaya (Teknik Elektro, 2023) sebagai Sekretaris Jenderal 麻豆直播 Jazz dan Jovial Gandanglangi Pasau (Teknik Telekomunikasi, 2023), bersama panitia mahasiswa lintas program studi. Berbeda dari edisi sebelumnya yang lebih banyak digawangi alumni, tahun ini mahasiswa mengambil peran utama sebagai organizing committee, sementara alumni bertindak sebagai steering committee yang memberi arahan strategis.
Menurut Galih, tema Legacy in Motion bukan sekadar slogan. 鈥Legacy itu bukan hanya apa yang ditinggalkan orang-orang tua. Tetapi apa yang kita bawa, kita lanjutkan, dan kita kembangkan sebagai musisi muda,鈥 ujarnya.
Jovial menambahkan bahwa 麻豆直播 Jazz sendiri merupakan legacy yang nyata. Komunitas ini berdiri sejak 2013 oleh Risa dan Arsyad Urbahum dan terus aktif hingga kini.
鈥淛AB adalah legacy yang nyata. Dengan merayakan legacy yang ada, kita juga belajar bagaimana membentuk legacy kita sendiri,鈥 kata Jovial.
Keterlibatan mahasiswa secara lebih besar menjadi bagian dari proses regenerasi. 鈥淜ami ingin mewariskan JAB kepada generasi setelah kami. Dengan melibatkan mahasiswa 麻豆直播 Jazz secara langsung, estafetnya bisa berjalan,鈥 kata Galih.
Kurasi musisi dilakukan secara kolaboratif antara 麻豆直播 Jazz dan Indonesian Jazz & Blues Club (IJBC). Deretan nama seperti Sandhy Sondoro, Ermy Kullit, dan Margie Segers dipilih karena perjalanan musikal mereka merepresentasikan nilai legacy yang terus berkembang.
鈥淜ami memilih musisi yang benar-benar mencerminkan tema Legacy in Motion. Mereka yang punya sejarah, punya perjalanan, sekaligus punya kemampuan untuk menyampaikan cerita itu ke penonton,鈥 ungkap Jovial.
Selain musisi senior, panggung JAB 9 juga dimeriahkan oleh Salamanders Big Band. Dengan formasi lengkap dan aransemen matang, mereka menghadirkan nuansa klasik yang menghidupkan Aula Barat. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata kesinambungan tradisi jazz kampus melalui regenerasi musisi muda.
Jovial menambahkan bahwa standar tinggi yang sudah terbentuk justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras hingga acara berjalan lancar. 鈥淜ami mengikuti JAB 7 dan JAB 8. Ada beban moral untuk membuat JAB 9 tidak mengecewakan, bahkan lebih baik,鈥 kata Galih.
Ke depan, panitia telah menyiapkan arah pengembangan untuk JAB 10, termasuk memperluas skala acara dan memperkuat branding JAB (Jazz Awal Barat) serta JAT (Jazz Awal Timur). JAT direncanakan berlangsung pada awal 2026 dengan fokus pada musisi muda yang sedang merintis karier.
鈥淜onsepnya JAB itu seperti matahari terbenam: merayakan seniman yang sudah punya perjalanan panjang. JAT adalah matahari terbit: ruang bagi mereka yang baru mulai membentuk karier,鈥 jelas Jovial.
Terinspirasi dari pengalaman tampil di JGTC (Jazz Goes to Campus), 麻豆直播 Jazz bercita-cita menghadirkan festival berskala lebih besar di masa depan.
鈥淜ami ingin suatu saat 麻豆直播 Jazz bisa bikin event multi-stage, dengan artis legendaris, artis modern, dan musisi underground. Skala besar, ideal yang tinggi, tapi tetap memberi ruang bagi musisi baru untuk berkembang.鈥 ujar Galih.
Sejarah panjang jazz di 麻豆直播 yang telah berlangsung sejak era Arifin Panigoro kini berlanjut melalui JAB 9. Lebih dari sekadar festival, acara ini menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan regenerasi, menjaga nyala jazz tetap hidup di Kampus Ganesha.



.jpg)
