Kreator Film Indie Perlu Membebaskan Ide!

Oleh kristiono

Editor kristiono

BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Guna menghilangkan patokan-patokan ideal dalam penciptaan film, kreator film indie perlu membebaskan ide. Keluar dari batasan-batasan perfilman yang umum. Demikian pernyataan Pengamat Film Indie dan Industri Kreatif Gustav Hariman Iskandar dalam diskusi film pendek bertajuk 鈥渙ne minute video鈥 pada Kamis (31/01) bertempat di Ruang 9009, Bioskop Kampus 麻豆直播. Menurut Gustav, karakteristik film pendek berbeda dengan film pada umumnya. Film pendek tidak menonjolkan makna tertentu. 鈥淔ilm pendek justru lebih dinamis pada orisinalitas ide, teknik produksi dan tampilan visual. Kunci penciptaan film pendek: bebaskan ide!鈥, ujarnya. Menurut Gustav, Film pendek menampilkan persepsi subjektif sang kreator terhadap dunia. Ada yang paradoksial, absurd, politis, bahkan mengandung unsur mistis. Subjektivitas dalam melihat realitas hidup dan keterbatasan durasi waktu, menyebabkan film pendek tidak berusaha menampilkan pesan maupun genre tertentu. Film pendek menawarkan perspektif yang sepele, tanpa arti, serba berlawanan dengan tema-tema film arus utama yang besar dan monumental. Gustav berpendapat, tema-tema 'grandeur' justru sering mengalami 'lack of intimacy'. 鈥淥rang awam mungkin tidak menangkap ide cerita karena film pendek keluar dari koridor. Loncat dari streotip film-film mapan鈥, ungkapnya. Dalam subjektivitas film pendek, meskipun terdapat persamaan satu dengan yang lain, adanya perbedaan-perbedaan sudut pandang, muncul lebih menonjol. Akan tetapi, perbedaan sudut pandang harus dianggap sebagai sesuatu yang khas. Perbedaan ini layak mendapatkan apresiasi. Gustav menambahkan, keunikan video durasi pendek adalah sisi ekspresi biasanya tidak diungkapkan dengan dialog melainkan dari segi visual atau teknik produksi. Diskusi 鈥渙ne minute video鈥 merupakan rangkaian acara Ganesha Film Festival yang terselenggara atas kerjasama antara Liga Film Mahasiswa (LFM) 麻豆直播 dengan COMMON ROOM Foundation. Diskusi ini juga dilengkapi dengan sesi screening beberapa film pendek, diantaranya The Thread, Paradise, The Feminist, The Forest dan Panorama. Ganesha Film Festival ditujukan sebagai sarana berkumpul bagi para kreator dan pecinta film indie untuk saling ujuk gigi, saling bersosialisasi, dikenali dan berapresiasi. Festival yang berlangsung hingga 1 Februari ini merupakan bentuk kepedulian LFM 麻豆直播 terhadap komunitas-komunitas film independen.