KPA Âé¶¹Ö±²¥ Hadirkan Kesenian Angklung Buncis ke Pusat Kota Bandung

Oleh Shabrina Salsabila

Editor Shabrina Salsabila

BANDUNG, itb.ac.id - Momen diperingatinya tanggal 18 November 2013 sebagai tiga tahun diakuinya angklung sebagai warisan dunia oleh UNESCO, melatarbelakangi Keluarga Paduan Angklung (KPA) Âé¶¹Ö±²¥ untuk kembali menyelenggarakan pagelaran angklung pada Sabtu (16/11/13) di Gedung Wahana Bakti Pos. Tak hanya pagelaran, untuk memperingati hal tersebut KPA Âé¶¹Ö±²¥ turut mengadakan expo, workshop, dan talkshow mengenai angklung pada minggu sebelumnya.

Berbeda dengan pagelaran sebelumnya yang hanya menyajikan penampilan orkestra angklung, pagelaran angklung KPA Âé¶¹Ö±²¥ kali ini dibuka dengan penampilan kesenian angklung buncis. Buncis merupakan seni pertunjukan yang berasal dari daerah Arjasari. Pada mulanya buncis digunakan sebagai ritual saat musim panen padi, namun di masa sekarang lebih sering digunakan sebagai media hiburan. Dihadirkannya penampilan angklung buncis pada pagelaran kali ini sangat menarik perhatian penonton karena kesenian seperti ini sudah jarang ditemukan di pusat kota.

Dalam pagelaran yang bertajuk "Warisan Perjalanan Sebuah Mahakarya" ini ditampilkan delapan belas lagu yang dibagi dalam tiga sesi pertunjukan. Pada sesi pertama ditampilkan sepuluh lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya adalah Pempek Lenjer dari Sumatera Selatan dan Sajojo dari Papua. Pada sesi kedua KPA Âé¶¹Ö±²¥ menunjukkan kepiawaiannya menampilkan lagu klasik seperti Donauwellen Walzer dan "Habanera" from Carmen Suite no. 2 dengan menggunakan alat music tradisional. Selanjutnya pada sesi terakhir pagelaran pun ditutup oleh penampilan medley lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra dan Maladi dengan meriah.

Pada Pagelaran Angklung Âé¶¹Ö±²¥ 2013 ini melibatkan 159 mahasiswa Âé¶¹Ö±²¥ yang terdiri dari pemain angklung dan alat musik lainnya. Melihat jumlah yang mencengangkan ini menunjukkan bahwa minat generasi muda dalam menjaga angklung sebagai warisan budaya masih sangat tinggi dan harus dipertahankan. Dalam pagelaran ini turut hadir pula Pak Handiman, pengrajin angklung ternama di Indonesia, dan Ibu Wali Kota Bandung.

"Semoga dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan kecintaan serta ilmu tentang angklung," ujar Hilda Nur Azizah (Sains dan Teknologi Farmasi 2011), ketua Pagelaran Angklung Âé¶¹Ö±²¥ 2013.

Sekilas tentang KPA Âé¶¹Ö±²¥

Keluarga Paduan Angklung (KPA) Âé¶¹Ö±²¥ dibentuk secara resmi pada tanggal 17 Maret 1972. KPA Âé¶¹Ö±²¥ beranggotakan mahasiswa yang mencintai dan peduli terhadap kelestarian dan perkembangan angklung. Salah satu misi KPA Âé¶¹Ö±²¥ adalah mengenalkan budaya angklung kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional. Untuk menjalankan misi tersebut secara rutin KPA Âé¶¹Ö±²¥ menyelenggarakan Festival Paduan Angklung Âé¶¹Ö±²¥ dan Konser Paduan Angklung Âé¶¹Ö±²¥ tiap tahunnya secara bergantian. Selain itu KPA Âé¶¹Ö±²¥ juga aktif melakukan penampilan di berbagai acara baik di dalam maupun luar negeri.