Kolokium Observatorium Bosscha Bahas Peluang Kolaborasi Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua

Oleh Qoulan Tsaqila - Teknik Sipil, 2023

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Observatorium Bosscha menggelar Kolokium daring bertema ā€œMenuju Pengamatan Okultasi Asteroid 26 April 2026: Potensi dan Peluang Kolaborasiā€, Sabtu (14/3/2026).

BANDUNG, itb.ac.id - Dalam rangka mempersiapkan pengamatan fenomena okultasi asteroid pada 26 April 2026, Observatorium Bosscha menggelar kolokium astronomi yang membahas peluang dan potensi kolaborasi lintas lembaga dalam melakukan pengamatan. Kolokium ini tayang secara langsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 melalui kanal YouTube Bosscha Observatory. Materi kolokium disampaikan oleh Agus Triono P.J. dan dimoderatori Muhammad Yusuf, keduanya merupakan peneliti di Observatorium Bosscha.

Kolokium ini diselenggarakan untuk mendorong kolaborasi dengan komunitas astronomi, observatorium, serta pengamat langit di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di jalur bayangan asteroid, dalam melakukan pengamatan okultasi pada 26 April 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menghasilkan data ilmiah yang akurat dan presisi, mengingat fenomena ini berlangsung dalam durasi yang sangat singkat. Data yang dikumpulkan dari berbagai lokasi pengamatan juga berperan dalam meningkatkan ketepatan penentuan lintasan dan karakteristik asteroid, sekaligus memperkaya basis data astronomi.

ā€œSemakin banyak titik pengamatan yang terlibat, semakin akurat informasi yang dapat diperoleh,ā€ ujar Agus Triono.

Okultasi asteroid adalah fenomena astronomi langka saat sebuah asteroid melintas di depan bintang jauh yang menyebabkan perubahan kecerlangan cahaya dalam waktu tertentu. Perubahan ini membentuk kurva cahaya yang memungkinkan astronom mengestimasi diameter, bentuk, dan orbit asteroid dengan presisi tinggi. Okultasi juga membantu memberikan data untuk memodelkan termofisika asteroid dengan menempatkan pengamat di sepanjang jalur bayangan sempit (lebar beberapa ratus km) untuk merekam waktu bintang menghilang dan muncul kembali.

Fenomena okultasi asteroid memiliki sejumlah keunggulan sebagai metode pengamatan astronomi. Teknik ini mampu menghasilkan resolusi yang sangat tinggi, bahkan sebanding dengan metode observasi canggih, serta relatif tidak terpengaruh oleh kondisi polusi cahaya. Selain itu, pengamatan okultasi dapat dilakukan menggunakan teleskop berukuran kecil sehingga membuka peluang partisipasi pengamatan yang lebih luas oleh institusi-institusi yang tersebar di Indonesia.

Namun, okultasi merupakan peristiwa yang terjadi pada waktu dan jalur tertentu sehingga tidak dapat diamati secara fleksibel. Peristiwa ini berlangsung cepat sehingga memerlukan teknik fotometri cepat, yakni pengambilan gambar sebanyak mungkin dalam rentang waktu tertentu. Data yang diperoleh dari satu titik pengamatan juga bersifat terbatas sehingga diperlukan pengamatan simultan dari berbagai lokasi untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai karakteristik asteroid.

Fenomena okultasi asteroid Strenua yang diprediksi akan melewati wilayah Indonesia pada 26 April 2026 menjadi fokus utama dalam pembahasan kolokium tersebut. Pada peristiwa ini, asteroid Strenua akan melintas di depan bintang HIP 35933 dan menyebabkan cahaya bintang tersebut tertutup selama beberapa detik.

Jalur pengamatan fenomena ini diperkirakan melintasi sejumlah wilayah yang mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, hingga Australia.

Peta Jalur Okultasi Asteroid Strenua 26 April 2026. (bosscha.itb.ac.id)

Keterbatasan data mengenai asteroid Strenua menjadikan pengamatan ini bernilai tinggi, terutama untuk meningkatkan akurasi informasi mengenai ukuran, bentuk, dan lintasan asteroid tersebut. Hal ini membuka peluang bagi pengamat di Indonesia untuk berkontribusi dalam pengumpulan data saat okultasi berlangsung.

Melalui kolokium ini, Observatorium Bosscha mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara institusi, komunitas, dan pengamat individu dalam mempersiapkan pengamatan okultasi asteroid. Dengan kolaborasi yang baik, pengamatan fenomena ini diharapkan memperkaya riset, eksplorasi, dan peran Indonesia dalam berkontribusi terhadap riset astronomi global.

#itb #observatorium bosscha #astronomi #bosscha itb #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals