Kelvin Narada Gunawan: Peraih IPK 4,00 dengan Konsep Kota Pesisir Berbasis Iklim Berpotensi Turunkan Suhu hingga 2 Derajat Celsius
Oleh Mely Anggrini - Meteorologi, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Kelvin Narada Gunawan, mahasiswa Program Magister Rancang Kota Institut Teknologi Bandung (麻豆直播), menorehkan prestasi akademik membanggakan melalui tesis rancang kota yang dinobatkan sebagai Tesis Terbaik S2 Rancang Kota 麻豆直播 Tahun 2024 oleh lingkungan akademik Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).
Dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, Kelvin mengangkat tesis berjudul 鈥Design Review Kota Iklim Pesisir dengan Pendekatan Climate Sensitive Urban Design鈥. Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim, bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.
1. Berangkat dari Tantangan Kota Pesisir Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak kota berkembang di wilayah pesisir, termasuk kawasan pesisir di Jakarta dan Banten. Namun, karakter iklim pesisir yang khas鈥攕eperti angin laut yang relatif lebih kencang, tingkat kelembapan yang tinggi, serta dinamika angin darat dan laut鈥攂elum sepenuhnya dimanfaatkan dalam proses perancangan kota.
Kelvin menyoroti bahwa tanpa pendekatan desain yang tepat, kawasan pesisir justru dapat terasa lebih panas dan lembap. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketergantungan pada pendingin udara serta menurunkan kenyamanan aktivitas luar ruang, terutama bagi pejalan kaki.
Melalui pendekatan Climate Sensitive Urban Design dan simulasi mikroklimat berbasis ENVI-met, Kelvin merancang konfigurasi kawasan pusat kota pesisir yang mampu menurunkan suhu udara hingga sekitar 2 derajat Celsius. Dalam konteks iklim tropis, penurunan ini tergolong signifikan karena berpengaruh terhadap kenyamanan termal, efisiensi energi, serta kualitas ruang publik secara keseluruhan.
2. Mengapa Kota Pesisir?

Kelvin menuturkan bahwa kota pesisir memiliki karakter iklim yang berbeda dibandingkan kota di wilayah daratan. Kedekatan dengan laut menghadirkan angin laut yang relatif lebih kencang, dinamika angin laut dan darat yang khas, serta tingkat kelembapan yang lebih tinggi. Karakteristik ini menghadirkan peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan hemat energi, namun sekaligus menjadi tantangan apabila tidak direspons melalui perancangan yang tepat.
鈥淛ika kota pesisir salah didesain, bukannya menjadi lebih nyaman. Orang yang berjalan kaki malah bisa merasa lebih gerah karena kelembapannya lebih tinggi dibanding kota di wilayah dalam daratan. Selain itu, angin yang terlalu kencang juga dapat menimbulkan perasaan 鈥榤asuk angin鈥 bagi pejalan kaki,鈥 ujar Kelvin.
Kawasan studi yang dianalisis merupakan salah satu kawasan pusat kota pesisir yang sedang berkembang di wilayah pesisir Jakarta dan Banten. Kawasan tersebut dipandang sebagai representasi kota pesisir yang tengah bertumbuh, sehingga masih memiliki ruang untuk dievaluasi dan disempurnakan melalui pendekatan ilmiah berbasis iklim mikro.
Ia juga menceritakan pengalaman di lapangan, 鈥淭eman saya membuka payung di sekitar pesisir di sana dan payungnya terbang karena tertiup angin yang terlampau kencang.鈥
3. Desain Kota Berbasis Iklim, Bukan Sekadar Estetika

Dalam penelitiannya, Kelvin mengkaji bagaimana bentuk bangunan, pepohonan, badan air, material jalan, serta ruang terbuka seperti taman dapat memengaruhi suhu udara, kecepatan angin, dan kelembapan di suatu kawasan perkotaan.
Melalui simulasi mikroklimat, ditemukan bahwa konfigurasi bentuk bangunan tertentu mampu menciptakan kecepatan angin yang lebih nyaman bagi manusia, sehingga kawasan tetap terasa sejuk tanpa kehilangan potensi angin lautnya. Kehadiran pepohonan, ruang terbuka seperti taman-taman kecil, serta fitur air seperti air mancur dan water misting turut berperan dalam membantu mengatur kelembapan dan temperatur kawasan.
Temuan ini menegaskan bahwa bentuk fisik kota memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi iklim mikro perkotaan, yang pada akhirnya menentukan tingkat kenyamanan manusia dalam beraktivitas dan tinggal di kawasan tersebut.
4. Diakui di Forum Akademik dan Internasional

Kualitas dan relevansi tesis ini tidak hanya diakui di lingkungan akademik internal 麻豆直播, tetapi juga memperoleh apresiasi lebih luas melalui berbagai forum dan publikasi ilmiah.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ajang Three Minute Thesis (3MT) SAPPK 麻豆直播 2025, yang menantang peneliti menyampaikan riset kompleks secara ringkas dan komunikatif kepada publik. Selain itu, karya ini terpilih untuk dipresentasikan dalam forum internasional Urban Design Lab 鈥 UDL Thesis Publication 2025, yang menjadi wadah kurasi karya rancang kota dari berbagai negara.
Dari sisi publikasi ilmiah, sebagian hasil penelitian ini telah diterbitkan pada Jurnal Teknosains Universitas Gadjah Mada (terakreditasi SINTA 2) dengan judul 鈥Optimization of Urban Thermal Environment for Indonesia Coastal-Climate Urban Area: a Microclimatic Modelling鈥. Publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah dalam bidang iklim mikro perkotaan dan perancangan kota pesisir berbasis simulasi ENVI-met.
Selain dalam ranah akademik, temuan penelitian ini direncanakan untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dikembangkan memiliki potensi aplikatif dan relevan sebagai masukan strategis dalam perancangan kawasan pesisir dan waterfront.
5. Akan Dikembangkan Menjadi Buku Ber-ISBN

Sebagai kelanjutan dari capaian akademik tersebut, tesis ini tengah dikembangkan menjadi buku publikasi ber-ISBN bersama dosen pembimbingnya, Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan, S.T., M.T. Buku tersebut direncanakan menjadi referensi bagi akademisi, perencana kota, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam merancang kota pesisir yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.
6. Menjadi Inspirasi Generasi Perancang Kota Muda

Saat ini, Kelvin berkarier sebagai Manager Masterplan & Business Development di sebuah perusahaan pengembang kawasan industri swasta di Indonesia. Ia terlibat dalam penyusunan masterplan kawasan industri dan infrastruktur, studi kelayakan, serta pengembangan proyek skala kawasan yang mengintegrasikan aspek desain, bisnis, dan keberlanjutan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendalami isu energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan kota-kota Indonesia di masa depan.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa riset rancang kota tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang berdampak, diuji secara ilmiah, diapresiasi di tingkat internasional, serta relevan untuk diterapkan dalam praktik. Kiprah tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda perencana dan perancang kota Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang adaptif, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi masa depan perkotaan nasional.



.jpg)

