Âé¶¹Ö±²¥ Dirikan Kampus Cirebon untuk Penuhi Kebutuhan Riset Nasional

Oleh Adi Permana

Editor Adi Permana


CIREBON, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) berkomitmen dalam pengembangan multi kampus, salah satunya lewat pendirian kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon. Hal itu sebagai bentuk meningkatkan peran itb dalam membangun riset ke depan dan berkontribusi untuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dalam skala regional maupun nasional.

Lahan seluas 30 hektar sudah dipersiapkan untuk pembangunan Kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon yang terletak di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Saat ini bangunan kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon sudah selesai dibangun yang berlokasi di Kecamatan Watubelah.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencananaan, dan Pengembangan (WRURK) Âé¶¹Ö±²¥, Prof. Wawan Gunawan A. Kadir mengatakan, alasan pengembangan kampus Âé¶¹Ö±²¥ Cirebon karena melihat jumlah mahasiswa asal Jawa Barat per jumlah penduduknya termasuk yang rendah. Oleh karena itu, maka Jawa Barat perlu membangun perguruan tinggi.


"Âé¶¹Ö±²¥ sebagai perguruan tinggi di Jawa Barat berkewajiban meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi," katanya. 

Alasan kedua, kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Jalan Ganesha, Bandung areanya sangat terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam bidang riset oleh para ahli teknik membutuhkan area baru yang lebih luas. "Kita sebut itu sebagai multi kampus, salah satunya selain Jatinangor adalah Cirebon," katanya.

Prof. Wawan melanjutkan, alasan ketiga ialah karena Âé¶¹Ö±²¥ memiliki jurusan Oceanografi dan juga teknologi yang berhubungan dengan laut, maka perlu kampus yang mempunyai aksesibilitas ke luat. "Kalau di Bandung kan daerah pegunungan, dengan di Cirebon maka aksesibilitas ke lautnya lebih dekat lagi," ujarnya.

Kunjungan ke Kampus Âé¶¹Ö±²¥ Cirebon

Dalam rangka pengenalan lokasi pembangunan multi kampus, Rektor Âé¶¹Ö±²¥ Prof. Kadarsah Suryadi beserta pimpinan kampus Âé¶¹Ö±²¥ melakukan kunjungan sekaligus peninjauan ke kampus Âé¶¹Ö±²¥ Cirebon di Watubelah dan Arjawinangun pada Selasa (18/12/2018). Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon.



"Kedatangan kami ke Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon pertama dalam rangka untuk mengetahui suasana kampus Watubelah dan lokasi pembangunan kampus Âé¶¹Ö±²¥ Arjawinangun. Kedua, sekaligus meneguhkan kembali komitmen itb untuk mengembangkan kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon," kata Prof. Kadarsah saat bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Dicky Saromi. 

Pj Bupati Cirebon berharap kehadiran kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon dapat memberikan secercah harapan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian yang dapat memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, Cirebon menjadi salah satu wilayah Jawa Barat yang potensial karena memiliki geografis dan aksesbilitas paling tinggi di Jawa Barat. Cirebon berada di Pantau Utara, berbatasan dengan Jawa Tengah, mempunyai tiga jalan tol, punya pelabuhan udara dan pelabuhan laut, dan mempunyai kereta api dua jalur lintas utara dan selatan. "Ini suatu anugerah dari sisi aksesibilitasnya yang tinggi," katanya.

Meski memiliki potensi, namun Kabupaten Cirebon termasuk 4 besar dari bawah yang kemiskinannya paling tinggi. Sekitar 12.9 persen atau hampir 410.000 jiwa penduduk, dari jumlah total penduduk 2,1 juta berada dalam kategori miskin. "Dan itu ada dalam tantangan kita dan kami berharap dengan adanya kampus Âé¶¹Ö±²¥ akan memberikan secercah harapan, bagi tumbuh kembangnya satu penelitian atau research dan memberikan sumbangsih yang nyata bagi pembangunan di wilayah ini," katanya.

Kampus Âé¶¹Ö±²¥ di Cirebon akan dibangun malalui skema pembiayaan dari berbagai sumber seperti hibah Pemprov Jabar, Kementrian PUPR, KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha), Kemenristek Dikti, industri, dan lainnya.