Âé¶¹Ö±²¥ dan Bappenas Perkuat Kolaborasi Penyusunan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (Renduk PRRP) Sumatera
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
Foto bersama peserta diskusi dari Bappenas dan itb
BANDUNG, itb.ac.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera pada Senin–Selasa, 9–10 Februari 2026, di Gedung CRCS Âé¶¹Ö±²¥, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas institusi serta menyelaraskan kerangka, substansi, dan pembagian peran Kelompok Kerja (Pokja) dalam penyusunan dokumen Rencana Induk PRRP Sumatera dan Rencana Induk PRRP Provinsi, sehingga kebijakan dan strategi pemulihan pascabencana dapat dirumuskan secara terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan
Rapat hari pertama dilaksanakan di Conference Hall B CRCS Lantai 2 dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan itb, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ. Dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pemulihan pascabencana yang berbasis ilmu pengetahuan serta selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP, Perencana Ahli Utama Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, dengan didampingi oleh Dr. Saut Sagala sebagai Tenaga Ahli Senior Penyusunan Rencana Induk PRRP Sumatera. Dari Âé¶¹Ö±²¥, Dr. Saut Sagala juga berperan sebagai Ketua Satuan Tugas Respons dan Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026, Wakil Kepala Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) Âé¶¹Ö±²¥, serta Ketua Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Magister dan Doktor Transportasi Âé¶¹Ö±²¥.
Turut hadir dari Âé¶¹Ö±²¥ antara lain Kepala PPMB Âé¶¹Ö±²¥ Prof. Dr.Sc. Ir. Andri Dian Nugraha, S.Si., M.Si.; Deputi Direktur Bidang Pengabdian Masyarakat Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Âé¶¹Ö±²¥ Dr.rer.nat. David Prambudi Sahara, S.T., M.T.; Ketua Pokja Manajemen Risiko dan Kebencanaan Satgas Respons dan Pemulihan Bencana Sumatera 2026 Âé¶¹Ö±²¥ Dr. Edi Riawan, S.Si., M.T.; serta Ketua Lintas Pokja Satgas Respons dan Pemulihan Bencana Sumatera 2026 Âé¶¹Ö±²¥ Dr. Ir. Zulfakriza, S.Si., M.T.
Sementara itu, dari Kementerian PPN/Bappenas hadir jajaran pimpinan dan perencana ahli, antara lain Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Mas Wedar Haryagung Adji, SE, MPEM; Direktur Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana Dody Virgo Christopher Ricardo Sinaga, S.T.; Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Anang Budi Gunawan, SE, M.Econ., Ph.D.; Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Mohammad Roudo, ST, MPP, Ph.D.; Direktur Pembangunan Indonesia Barat Dr.rer.nat. Jayadi, S.Si., MSE., MA; Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Dinar Dana Kharisma, S.E., MALD., Ph.D.; serta Perencana Ahli Utama Oswar M. Mungkasa, MURP, beserta jajaran dan tenaga ahli lainnya.

Pengarahan diskusi oleh Dr. Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ., Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan dari Kementerian PPN/ Bappenas
Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada penyelarasan struktur dan substansi Rencana Induk PRRP Sumatera, meliputi pendahuluan, analisis kerusakan, kerugian dan dampak, perumusan visi, misi, tujuan, serta tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Diskusi juga mencakup rencana pembangunan kembali sektoral serta penerapan prinsip pengurangan risiko bencana. Selain itu, peserta rapat menyusun bahan paparan Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk Rapat Koordinasi Satuan Tugas PRRP Sumatera dan melakukan konsolidasi perbaikan Rencana Aksi Kementerian/Lembaga yang diselaraskan dengan hasil Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kegiatan hari kedua dilaksanakan secara paralel di Gedung CRCS Âé¶¹Ö±²¥ dengan fokus pada penyelesaian penulisan Rencana Induk PRRP Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembahasan diarahkan pada penyelarasan substansi dokumen provinsi dengan Rencana Induk PRRP Sumatera, mencakup kebijakan dan strategi penataan ruang berbasis pengurangan risiko bencana, pemulihan permukiman dan infrastruktur, pemulihan sosial ekonomi dan lintas sektor, penataan kelembagaan, pembiayaan dan manajemen risiko, serta penyusunan matriks rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi periode 2026–2028.
Rangkaian rapat koordinasi ini menghasilkan kemajuan signifikan dalam penyusunan dokumen strategis yang akan menjadi acuan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Hasil yang ditargetkan adalah tersusunnya Rencana Induk PRRP Sumatera beserta Rencana Induk PRRP Provinsi sebagai dasar kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan.

Diskusi secara paralel terkait pembahasan Rencana Induk PRRP untuk Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan itb menegaskan komitmen untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat ketangguhan wilayah dalam jangka panjang melalui pendekatan berbasis risiko, koordinasi lintas sektor, serta dukungan pengetahuan ilmiah yang aplikatif.
Sebagai tindak lanjut dari rangkaian diskusi lintas Pokja, Kementerian PPN/Bappenas telah merampungkan dan merilis Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera sebagai peta jalan pemulihan pascabencana yang aman, terencana, dan berkelanjutan. Dokumen ini mengusung prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable, sehingga setiap langkah rehabilitasi dan rekonstruksi diarahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.



.jpg)

.jpeg)