Inovasi Mahasiswa SITH 麻豆直播 Jadi Solusi Presisi untuk Pengendalian Hama dan Pertanian Berkelanjutan
Oleh Nattaya Putri Syailendra - Rekayasa Kehutanan, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Tiga mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Program Rekayasa (SITH-R) 麻豆直播, menghadirkan inovasi biopestisida berbasis teknologi nano yang menawarkan pendekatan baru dalam pengendalian hama secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut mengangkat konsep nanoenkapsulasi biopestisida berbasis ekstrak mimba dan daun kemangi, sebuah solusi yang dirancang untuk menjawab keterbatasan biopestisida konvensional yang selama ini memiliki masa simpan pendek serta efektivitas yang terbatas.
Berangkat dari keresahan terhadap ketergantungan pertanian pada pestisida kimia sintetis, tim ini mengembangkan pendekatan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berbasis sains molekuler dan rekayasa material.
Mengatasi Kelemahan Biopestisida Konvensional
Biopestisida alami sebenarnya telah lama dikenal sebagai alternatif yang lebih aman dibanding pestisida sintetis. Namun, di lapangan, efektivitasnya kerap rendah dan daya simpannya terbatas. Senyawa aktifnya mudah terdegradasi oleh cahaya, suhu, dan kelembapan.
Melihat persoalan tersebut, tim mahasiswa 麻豆直播 mengintegrasikan teknologi nanoenkapsulasi menggunakan maltodekstrin untuk melindungi dan mengontrol pelepasan bahan aktif secara bertahap (slow release).
Ekstrak mimba yang mengandung azadirachtin bekerja menurunkan aktivitas enzim pencernaan serangga, sementara eugenol pada daun kemangi menghambat enzim asetilkolinesterase yang berperan dalam sistem saraf hama. Kombinasi dua senyawa aktif ini menciptakan pendekatan multi-target compounds, sehingga efektivitas pengendalian meningkat signifikan.
Hasil uji menunjukkan mortalitas lalat buah mencapai 96,67 persen鈥攁ngka yang menunjukkan potensi besar untuk aplikasi di lapangan.
Teknologi Nano sebagai Game Changer
Pendekatan nanoenkapsulasi menjadi pembeda utama inovasi ini. Teknologi ini memungkinkan:
鈥 Stabilitas senyawa aktif yang lebih tinggi
鈥 Pelepasan zat aktif yang lebih terkontrol
鈥 Efisiensi penggunaan bahan
鈥 Potensi peningkatan umur simpan produk
鈥淜arya yang kami buat ini mengedepankan urgensi yang ingin diselesaikan, bukan hanya sekadar menciptakan sebuah inovasi yang baru, tetapi dapat bermanfaat dan berdampak nyata. Selain itu, karya kami ini menggunakan solusi teknologi nano yang menarik untuk diimplementasikan ke depannya karena menjadi inovasi yang dinilai satu langkah lebih jauh dibandingkan ide lainnya. Kemudian, karya kami juga mengusung konsep multi-target karena menggunakan dua senyawa aktif dari dua bahan alam yang berbeda dan mengombinasikannya untuk mendapatkan efek yang optimal bagi hama serangga. Dari semua keunggulan itulah, juri menilai karya kami 'stands out' dibandingkan inovasi dari tim lainnya,鈥 ujar Arif.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi ini tidak berhenti pada aspek kebaruan, melainkan pada relevansi dan kebermanfaatan nyata.
Menuju Pertanian Berkelanjutan
Inovasi nanoenkapsulasi biopestisida ini menunjukkan bahwa teknologi pertanian masa depan tidak hanya berbicara tentang produktivitas, tetapi juga keberlanjutan, keamanan lingkungan, dan efisiensi sumber daya.
Melalui pendekatan berbasis sains dan rekayasa, mahasiswa SITH 麻豆直播 ini menunjukkan bagaimana kampus dapat menjadi ruang lahirnya solusi konkret untuk tantangan pangan nasional.
Ke depan, inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk aplikatif yang mendukung sistem pertanian Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.



.jpg)


