Gubernur Jabar dan Rektor Âé¶¹Ö±²¥ Resmikan Masjid dan Sarana Prasarana Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor

Oleh Nida Nurul Huda

Editor Nida Nurul Huda

BANDUNG, itb.ac.id-Pembangunan infrastruktur kampus baru Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor kian berkembang. Setelah beberapa waktu lalu Situ 1 dan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa)  telah diresmikan, Senin (19/01/14), Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Rektor Âé¶¹Ö±²¥, Prof. Akhmaloka meresmikan Masjid di kampus Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor dan beberapa sarana penunjang akademik lainnya. Beberapa sarana tersebut diantaranya Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Dinas Kehutana Provinsi Jawa Barat, Gedung Kuliah Umum 1 (GKU 1), Laboratorium Teknologi 1B (Labtek 1B), serta Laboratorium Sedimentasi.

Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Islam oleh Civitas Akademik

Pada peresmian tersebut hadir pula Dinas Permukiman dan Perumahan, Dinas Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Staf Rektorat Unpad, Kapolres Sumedang, dan staf eksekutif Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor. Menurut Bambang Riyanto (Dinas Permukiman dan Perumahan), pembangunan masjid di wilayah kampus Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor selain bertujuan untuk memnuhi kebutuhan sarana ibadah juga sebagai pusat pengembangan agama Islam oleh civitas akademik. "Masjid Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor dibangun di wilayah yang strategis, dekat dengan masyarakat. Pembangunan masjid ini diharapkan dapat membangun interaksi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar", ujar Bambang.

Pembangunan masjid ini berawal dari sayembara yang dimenangi oleh Fajar Ihsan, S.T (ITENAS) yang merancang konsep bangunan masjid sesuai aspek fungsi dan estetika. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 5000 m2, terdiri dari 2 lantai dan memiliki kapasitas sampai 700 jamaah. Masjid ini juga dilengkapi menara setinggi 40 m.


Masjid Al-Jabbar, Masjid Berbagai Makna


Selanjutnya, acara peresmian dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor Âé¶¹Ö±²¥ dan Gubernur Jabar. Menurut Rektor Âé¶¹Ö±²¥, pembangunan kampus Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor yang dimulai di tahun 2010 telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu sarana hasil kerjasama Âé¶¹Ö±²¥ dengan Pemprov Jabar adalah masjid kampus Âé¶¹Ö±²¥ Jatinangor.

Di hari peresmian masjid, diresmikan pula nama masjid yang disepakati bernama Al-Jabbar. Al-Jabbar diambil dari nama salah satu Asmaul Husna yang berarti Yang Maha Besar. Selain itu menurut Rektor Âé¶¹Ö±²¥ dan Gubenur Jabar sendiri, Al-Jabbar memiliki makna lain. Dalam bahasa matematika kata Al-Jabbar dekat dengan Aljabar yang merepresentasikan kampus Âé¶¹Ö±²¥ sebagai kampus teknologi yang sangat dekat dengan kegiatan berhitung. Lalu, Al-Jabbar juga sangat dekat dengan akronim Jabar yang berarti masjid tersebut terletak di Jawa Barat.

"Keberadaan masjid mutlak adanya di dalam wilayah pendidikan. Masjid hadir untuk membangun keseimbangan rohani dan jasmani manusia. Masjid juga sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan bangsa melalui pengembangan generasi muda di wilayah pendidikan", jelas Ahmad Heryawan.