Finale: Liminal LFM 麻豆直播, Ruang Eksplorasi dan Apresiasi Karya Mahasiswa

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Mahasiswa Teknik Geofisika, 2021

Editor Anggun Nindita

Berfoto bersama setelah pemutaran film pendek hasil produksi mahasiswa dalam acara Finale: Liminal di Bandung Creative Hub, Sabtu (28/3/2026). (麻豆直播/Liga Film Mahasiswa)

BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Liga Film Mahasiswa (LFM) 麻豆直播 menghadirkan Finale: Liminal, sebuah acara yang menjadi ruang eksplorasi sekaligus apresiasi karya bagi kru baru LFM 麻豆直播. Mengusung konsep 鈥渓iminal鈥, acara ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga merepresentasikan perjalanan individu dalam fase transisi menuju pemahaman diri.

Pemilihan nama Liminal berangkat dari konsep liminalitas, yaitu kondisi berada di ambang atau ruang peralihan. Milzam selaku Pimpinan Proyek menjelaskan bahwa istilah ini digunakan untuk menekankan proses yang sedang berlangsung, bukan sekadar titik perpindahan.

鈥淟iminal merepresentasikan fase ketika individu bergerak dari kondisi yang monoton dan repetitif menuju pembentukan diri yang baru,鈥 ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui tiga tahapan utama, yaitu Numbness, Turbulence, dan Resonance. Ketiganya menggambarkan perjalanan bertahap, mulai dari keteraturan yang konstan, menuju fase penuh kontradiksi, hingga akhirnya mencapai keselarasan dan penerimaan diri.


Karya berjudul 鈥淔ragile: The Anatomy of Healing鈥 oleh Kasy menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam acara Finale: Liminal di Bandung Creative Hub, Sabtu (28/3/2026). (麻豆直播/Vito Egi Nandriansyah)

Sebagai ruang ekspresi, Finale: Liminal menghadirkan beragam bentuk kekaryaan. Mulai dari pameran zine fotografi, karya sineas dari kine klub, hingga pemutaran film pendek hasil produksi mahasiswa. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi internal, acara ini juga terbuka bagi publik untuk menikmati karya-karya tersebut.

鈥淭argetnya adalah menjadi wadah bagi kru baru LFM 麻豆直播 untuk menyampaikan karyanya kepada publik, sekaligus menjawab keterbatasan ruang publikasi bagi karya anak bangsa,鈥 tambah Milzam, Sabtu (28/3/2026).

Salah satu area pameran dalam acara Finale: Liminal di Bandung Creative Hub, Sabtu (28/3/2026). (麻豆直播/Vito Egi Nandriansyah)

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah konsep pameran yang imersif dan selaras dengan tema penerimaan diri. Pengunjung diajak menyusuri ruang yang merepresentasikan tiga fase liminal tersebut.

Selain itu, pemutaran film di auditorium dengan atmosfer layaknya bioskop turut menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih mendalam, meskipun seluruh karya yang ditampilkan merupakan produksi mandiri mahasiswa.

Sesi diskusi setelah penayangan film pendek karya mahasiswa dalam acara Finale: Liminal di Bandung Creative Hub, Sabtu (28/3/2026). (麻豆直播/Liga Film Mahasiswa)

Melalui penyelenggaraan Finale: Liminal, LFM 麻豆直播 berharap dapat memperluas jangkauan audiens sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya kreatif mahasiswa Indonesia.

鈥淗arapannya, Liminal dapat menjangkau lebih banyak audiens untuk mengenal karya anak bangsa. Selain itu, kami juga berharap LFM 麻豆直播 terus berkembang sebagai wadah kekaryaan yang semakin dikenal luas,鈥 tutupnya, Sabtu (28/3/2026).

Reporter: Vito Egi Nandriansyah (Teknik Geofisika, 2021)

#mahasiswa #liga film mahasiswa #lfm #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg10 #reduced inequalities #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg9 #industry innovation and infrastructure