Engineering First Light Teleskop Timau 3,8 Meter Menggunakan Kamera Trioptika Pita rgi

Oleh Hakim L. Malasan - KK Astronomi FMIPA Âé¶¹Ö±²¥

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


KUPANG, itb.ac.id - Tanggal 24-30 Maret 2026 menjadi momen penting bagi teleskop besar berdiameter 3,8 meter di Gunung Timau. Teleskop 3,8 m Timau ini merupakan instrumen andalan Observatorium Nasional Timau Indonesia (Timau National Observatory of Indonesia) untuk penelitian frontier Astronomi dan Astrofisika abad ini dan di waktu mendatang. Keuntungan komparatif Indonesia tetap menjadi andalan karena dari dekat ekuator, porsi langit utara dan selatan secara berimbang dapat diteliti dengan baik.

Teleskop ini akan dilengkapi dua instrumen andalan, yakni Kamera Trioptika dilengkapi filter r, g, dan i yang bekerja pada panjang gelombang kasat mata dan kamera NIRKA pada panjang gelombang inframerah dekat. Padabulan Maret 2026 ini kamera Trioptika dipasang pada pupil keluaran utama (Nasmyth platform) teleskop. Serangkaian pengujian sejalan dengan proses pemasangan presisi cermin-cermin penyusun cermin primer 3,8 meter, dilakukan oleh tim dari Kyoto University dan Nishimura Opt, bersama dengan tim dari BRIN dan Institut Teknologi Bandung (Hakim L Malasan, Chatief Kunjaya, dan seorang mahasiswa program S3 DBR BRIN, M. Ridwan Hidayat).

Pada tanggal 27 Maret kamera Trioptika rgi dipasang dan langsung diujikan dengan mengarahkan teleskop ke Bulan dan planet Jupiter. Cahaya yang melewati serangkaian cermin pemantul (primer, sekunder, tertier, dan melalui cermin keempat) akhirnya setelah melewati penapis tiba di tiga buah kamera perekam secara simultan. Hasilnya cahaya dari Jupiter yang unfocus dan unallgned berhasil direkam dengan baik, dengan kondisi kamera diopersasikan pada temperatur 10 C. Hasil ini menjadi momen penting teleskop tersebut dan menandai babak baru instalasi teleskop dan instrumen. Teleskop telah melewati fase engineering first light dengan baik.

Kita nantikan babak berikutnya menuju scientific first light yang diharapkan pada bulan Juni-Juli tahun ini.

Kerja sama tim Âé¶¹Ö±²¥, BRIN didukung Kyoto University dan Nishimura Opt menjadi pilar penting dalam suksesnya pengoperasian dan penggunaan teleskop untuk riset-riset astronomi garis depan.

Penulis: Hakim L. Malasan (KK Astronomi FMIPA Âé¶¹Ö±²¥)

#itb #fmipa itb #astronomi itb #observatorium nasional timau #teleskop timau #engineering first light #riset astronomi #astrofisika #kolaborasi riset #inovasi teknologi #sains indonesia #brin #kyoto university #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals