Kolaborasi Herbarium Bandungense SITH ΒιΆΉΦ±²₯ dan Tim Peneliti Ungkap Spesies Baru Homalomena bungamerah dari Sumatra
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id β Kekayaan flora Indonesia kembali bertambah dengan ditemukannya satu spesies tumbuhan baru dari Pulau Sumatra, yaitu Homalomena bungamerah Mustaqim, A.S.D. Irsyam & M.R. Hariri. Spesies yang termasuk dalam famili talas-talasan (Araceae) ini ditemukan di kawasan Sumatra Utara.
Spesies tersebut pertama kali dideskripsikan secara ilmiah dalam jurnal internasional Taiwania pada 17 Maret 2026. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri atas Wendy A. Mustaqim (Universitas Samudra dan Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara), Arifin S. D. Irsyam (Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung), serta Muhammad R. Hariri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Dalam proses penelitian lapangan, tim juga dibantu oleh dua pemuda lokal dari Kampung Gotong Royong, yakni Muhammad A. Pratama dan Irwansyah Surbakti.
Berbeda dengan banyak spesies Homalomena lainnya yang umumnya tumbuh di tanah hutan lembap, Homalomena bungamerah diketahui hidup sebagai tumbuhan litofit, yaitu tanaman yang tumbuh di permukaan batu. Habitat yang tidak biasa ini menjadikannya relatif jarang ditemukan sekaligus menunjukkan adanya adaptasi morfologi yang khas terhadap lingkungannya.
Secara morfologis, tanaman ini memiliki beberapa ciri unik. Permukaan daun bagian atas tampak berlipat dengan tekstur berkutil kasar. Selain itu, pada bagian bunga betina tidak ditemukan staminodia di antara putik, karakter penting yang membantu para ahli taksonomi membedakannya dari spesies lain dalam genus Homalomena. Temuan ini tidak hanya menambah daftar kekayaan flora Indonesia, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai status konservasi spesies tersebut.
Populasi yang Sangat Terbatas
Meskipun baru dideskripsikan, kondisi konservasi Homalomena bungamerah telah menjadi perhatian. Berdasarkan pengamatan lapangan, populasi spesies ini diketahui sangat terbatas dan sejauh ini hanya ditemukan di satu lokasi tertentu.
Oleh karena itu, para peneliti mengusulkan agar spesies ini untuk sementara dikategorikan sebagai Critically Endangered (Kritis) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature. Status ini diberikan karena jumlah individu dewasa yang sangat sedikit serta adanya ancaman terhadap kelestarian habitat alaminya, termasuk pengambilan tanaman dari alam dan degradasi lingkungan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanpa upaya perlindungan yang memadai, spesies ini berpotensi menghadapi risiko kepunahan dalam waktu yang relatif dekat. Temuan ini juga kembali menegaskan bahwa Sumatra merupakan salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena di kawasan Malesia. Eksplorasi botani di wilayah tersebut masih berpotensi mengungkap banyak spesies baru yang belum terdokumentasi secara ilmiah.
Kolaborasi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam upaya pengungkapan sekaligus pelestarian kekayaan flora Indonesia.
Pentingnya Eksplorasi Biodiversitas
Penemuan spesies baru seperti Homalomena bungamerah menunjukkan bahwa hutan tropis Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang belum sepenuhnya terungkap. Kegiatan eksplorasi botani dan penelitian taksonomi memiliki peran penting dalam mendokumentasikan keanekaragaman hayati tersebut, sekaligus memperkaya pemahaman ilmiah mengenai flora Nusantara.
Selain itu, informasi ilmiah mengenai spesies baru juga menjadi dasar penting bagi upaya konservasi. Dengan adanya data taksonomi dan ekologi yang memadai, langkah-langkah perlindungan terhadap habitat alami dapat dirancang dan dilakukan lebih dini sebelum spesies mengalami penurunan populasi yang lebih serius.
Peran Herbarium Bandungense
Herbarium Bandungense (FIPIA), yang merupakan herbarium tertua kedua di Indonesia, memiliki peran penting dalam mendukung penemuan dan pendeskripsian spesies tumbuhan baru di Indonesia.
βInsyaallah masih akan terbit beberapa jenis baru lagi dalam waktu dekat,β ujar Arifin S. D. Irsyam, kurator FIPIA.
Sebagai pusat koleksi spesimen tumbuhan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ΒιΆΉΦ±²₯, FIPIA menyediakan referensi ilmiah berupa koleksi herbarium, literatur, serta keahlian taksonomi yang diperlukan untuk membandingkan temuan lapangan dengan spesies yang telah dikenal sebelumnya. Berbagai spesimen tipe dari tumbuhan baru juga disimpan dan dikurasi di herbarium tersebut, baik berupa holotipe maupun isotipe.
Salah satunya adalah spesimen tipe dari Homalomena bungamerah yang turut disimpan sebagai bagian dari koleksi ilmiah FIPIA. Melalui kegiatan penelitian, dokumentasi spesimen, serta kolaborasi dengan berbagai institusi dan peneliti, FIPIA terus berkontribusi dalam mengungkap keanekaragaman flora Indonesia sekaligus mendukung upaya konservasi melalui penyediaan data ilmiah yang akurat mengenai tumbuhan asli Nusantara.



.jpg)


