Dedikasi Dua Generasi: Ayah dan Anak Dosen itb Raih Penghargaan Dies Natalis ke-67

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id - Momen Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67 Institut Teknologi Bandung (麻豆直播), pada Senin (2/3/2026) yang diselenggarakan di Aula Barat, itb Kampus Ganesha, menghadirkan kisah yang hangat dan penuh makna. Bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang perjalanan dedikasi dalam satu keluarga.

Pada kesempatan tersebut, dua dosen itb dari generasi yang berbeda, yakni ayah dan anak yang sesama dosen itb, menerima penghargaan sekaligus. Dr. Hakim Luthfi Malasan, M.Sc., dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 麻豆直播, memperoleh penghargaan dalam Bidang Pengajaran. Sementara itu, putranya, Prananda Luffiansyah Malasan, S.Ds., M.Ds., Ph.D., dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Manusia dan Desain Produk Industri, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 麻豆直播, menerima penghargaan dalam Bidang Penelitian/Karya Inovasi.

Kebersamaan menerima penghargaan tersebut menjadi pengalaman emosional bagi keduanya.

Prananda mengaku merasa sangat bahagia sekaligus terharu. Baginya, momen ini menjadi semakin bermakna karena dapat berbagi penghargaan dengan sang ayah.

鈥淪enang dan terharu karena kebetulan tahun ini saya mendapat penghargaan bersama bapak saya. Penghargaan ini juga kami dedikasikan untuk almarhumah ibu saya,鈥 ujarnya.

Ia menambahkan bahwa momen tersebut semakin menyentuh ketika melihat sang ayah membawa foto ibunya saat menerima penghargaan. Bagi Prananda, penghargaan ini bukan hanya tentang capaian profesional, tetapi juga tentang perjalanan keluarga yang penuh dukungan.

Penelitian yang Berangkat dari Masyarakat
Sebagai peneliti di bidang desain dan inovasi sosial, Prananda menekankan bahwa penelitian tidak dapat dipisahkan dari pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, penelitian seharusnya tidak hanya menghasilkan kualitas akademik terbaik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam proses penelitiannya, ia selalu melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tim riset. Hal tersebut menjadi cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang nyata bagi para mahasiswa.

鈥淧enghargaan penelitian ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk mahasiswa dan rekan-rekan pendidik yang terlibat dalam proses penelitian,鈥 tuturnya.

Dengan latar belakang keilmuan yang menggabungkan desain dan antropologi, ia banyak menggunakan pendekatan partisipatoris dalam merancang inovasi sosial. Pendekatan tersebut mengajak masyarakat menjadi bagian aktif dalam proses desain, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengalaman tersebut membawanya berinteraksi dengan berbagai komunitas di Indonesia, mulai dari wilayah Sumatra, pelosok Jawa, hingga masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur.

Bagi Prananda, perjalanan tersebut menghadirkan pelajaran penting: ilmu tidak hanya lahir di kampus, tetapi juga berkembang dari kehidupan masyarakat.

鈥淪aya belajar banyak dari teman-teman di masyarakat. Ilmu itu bukan hanya ada di kampus, tetapi juga di luar kampus,鈥 katanya.

Ia juga menekankan bahwa menjadi dosen sekaligus peneliti perlu dilandasi oleh passion dan ketulusan. Menurutnya, dedikasi yang dilakukan dengan tulus akan membawa dampak dan apresiasi dengan sendirinya.

Pengajaran Sebagai Proses yang Bermakna

Sementara itu, bagi Dr. Hakim Luthfi Malasan, penghargaan dalam bidang pengajaran menjadi momen yang sangat bermakna. Terlebih, penghargaan tersebut datang menjelang masa purnabakti setelah lebih dari tiga dekade berkarya di 麻豆直播.

鈥淚ni merupakan apresiasi yang sangat saya hargai dari 麻豆直播, terlebih menjelang masa pensiun saya,鈥 ujarnya.

Sebagai dosen astronomi, ia menekankan bahwa proses belajar tidak cukup hanya dengan mendengarkan penjelasan di kelas. Mahasiswa perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Ia mengusung filosofi learning by doing, yaitu belajar melalui pengalaman langsung. Menurutnya, pendekatan tersebut membantu mahasiswa memahami ilmu secara lebih mendalam.

鈥淢ahasiswa jangan hanya mendengar, tetapi juga melihat dan melakukan. Dengan melakukan, mereka akan lebih memahami apa yang dipelajari,鈥 tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan memahami proses. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir yang lebih mendalam daripada sekadar memperoleh jawaban instan.

麻豆直播 sebagai "Rumah"
Bagi Dr. Hakim, 麻豆直播 bukan sekadar tempat bekerja. Selama lebih dari 30 tahun, kampus ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Ia bahkan menghabiskan banyak waktunya di Observatorium Bosscha, salah satu laboratorium astronomi milik 麻豆直播 yang terletak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Lingkungan observatorium yang tenang dan jauh dari keramaian menjadi tempat penting bagi pembentukan karakter ilmiahnya.

Di sana pula ia mengembangkan pola pikir ilmiah yang kemudian membawanya berinteraksi dengan komunitas ilmiah internasional.

鈥溌槎怪辈 sudah menjadi rumah saya selama lebih dari 30 tahun,鈥 ujarnya.

Menurutnya, pengajaran pada hakikatnya adalah proses mendampingi mahasiswa dalam belajar. Dosen bukan hanya penyampai materi, melainkan juga pembimbing yang berbagi pengalaman dan perspektif.

Mahasiswa 麻豆直播, menurutnya, memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi. Oleh karena itu, dosen perlu menciptakan ruang dialog dan berbagi pengalaman agar proses belajar menjadi lebih hidup.

Dedikasi Lintas Generasi
Kisah ayah dan anak yang sama-sama menerima penghargaan pada Dies Natalis ke-67 麻豆直播 menjadi simbol dedikasi lintas generasi dalam dunia akademik.

Satu menorehkan jejak panjang dalam pengajaran, sementara yang lain melanjutkan kontribusi melalui penelitian dan inovasi sosial.

Keduanya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga melalui interaksi dengan manusia, masyarakat, dan pengalaman hidup.

Di balik penghargaan tersebut, terdapat perjalanan panjang tentang ketulusan, pembelajaran, serta komitmen untuk terus memberi makna bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

#itb berdampak #diktisaintek berdampak #dies natalis ke67 #penghargaan #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg10 #reduced inequalities #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg17 #partnerships for thegoals