Dampak Gerhana Matahari Cincin Pertama di 2026 Menurut Dosen Astronomi 麻豆直播
Oleh Gita Nur Ajizah - Astronomi, 2023
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Sumber: earthsky.org oleh Alan Howell dari Albuquerque, New Mexico, ketika gerhana matahari cincin 14 Oktober 2023.
BANDUNG, itb.ac.id - Pada 17 Februari 2026, Bumi mengalami fenomena Gerhana matahari cincin (annular eclipse) yang menjadi gerhana matahari pembuka di tahun 2026. Tidak seperti gerhana matahari total yang sepenuhnya gelap, gerhana ini akan menampakkan cincin api atau 鈥ring of fire鈥 yang memukau. Banyak masyarakat, khususnya di Indonesia, yang masih mempertanyakan terkait efek dari gerhana ini. Dosen Astronomi 麻豆直播, Ferry M. Simatupang, S.Si., M.Si. memberikan tanggapan terhadap dampak peristiwa ini.
Gerhana matahari cincin adalah peristiwa ketika tertutupinya piringan matahari oleh piringan bulan yang lebih kecil sehingga meninggalkan bagian pinggiran matahari yang bercahaya. Peristiwa ini terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari berada pada posisi yang segaris. Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 ini tidak melewati Indonesia, hanya melewati bagian kutub seperti Antartika dan Samudra Hindia bagian Selatan.
Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 ini dimulai dengan gerhana parsial pada pukul 09:56 UTC (Universal Time Coordinated atau Waktu Universal Terkoordinasi), mencapai keadaan maksimum pada 12:12 UTC, dan gerhana parsial berakhir pada 14:57 UTC dengan durasi gerhana sekitar 2 menit 20 detik. Terdapat perbedaan waktu 7 jam antara waktu Indonesia dengan waktu universal, sehingga ketika gerhana ini mencapai maksimum pada pukul 12:12 UTC, waktu bagian barat Indonesia sudah menunjukkan pukul 19:12 WIB yang artinya Indonesia sudah terlebih dahulu memasuki waktu malam, sehingga praktis gerhana matahari cincin ini tidak dapat diamati di Indonesia.
Apakah Gerhana Matahari Cincin masih memiliki Dampak Tidak Langsung terhadap Daerah yang Tidak Dilaluinya?
Secara singkat, tidak. Ferry mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada efek yang dirasakan di Bumi, untuk daerah yang dilalui jalur gerhana maupun daerah yang tidak dilewati gerhana. Namun untuk daerah yang dilalui gerhana, dibutuhkan cara yang aman bagi manusia untuk mengamatinya yaitu dengan menggunakan filter seperti kacamata matahari.
Meskipun demikian, tetap diperlukan pengetahuan dasar yang memadai ketika mengamati gerhana karena waktu aman ketika mengamati gerhana berbeda tergantung jenis gerhananya.
鈥淧ada gerhana matahari cincin ukuran piringan (ukuran tampak) bulan akan lebih kecil daripada ukuran piringan matahari. Artinya, ketika seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari, tidak semua piringan matahari itu tertutup. Jadi, bagian pinggirnya tetap kelihatan, seperti cincin bercahaya di langit. Sehingga dalam kejadian ini, tidak ada waktu yang aman untuk melihat matahari secara langsung tanpa filter atau alat bantu optis yang menapis cahaya mataharinya,鈥 ujarnya.
Berbeda dengan gerhana matahari total, terdapat waktu yang aman untuk diamati dengan mata secara langsung yaitu ketika total, ketika tidak ada cahaya matahari yang terlihat karena piringan matahari seluruhnya tertutupi piringan bulan.
Meskipun cahaya yang terpancar dari cincin api saat gerhana matahari cincin lebih sedikit dibanding matahari saat bersinar sepenuhnya di hari-hari biasa, hal itu tetap tidak membuat gerhana matahari cincin aman untuk diamati dengan mata terbuka. 鈥淜arena intensitasnya tinggi sekali, walaupun kelihatannya hanya cincin, itu masih berbahaya,鈥 tuturnya.
Beliau juga menambahkan bahwa ketika gerhana matahari cincin cahaya yang hanya terpancarkan dari bagian pinggir matahari akan membuat sekitar menjadi agak redup, sehingga pupil mata manusia otomatis membesar. Hal ini dapat memperburuk efek dari cahaya matahari untuk mata manusia karena otomatis cahaya yang diterima mata lebih banyak ketika pupil mata membesar.
Pentingnya Pengamatan Gerhana Matahari di Masa Depan
Fenomena gerhana adalah fenomena astronomis yang cukup digemari oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Meskipun pengamatan fenomena ini awalnya digunakan untuk menguji pemahaman manusia terkait teori gerak dalam Tata Surya yang berguna untuk penentuan peristiwa seperti hilal, dalam perkembangannya, pengamatan gerhana matahari lebih diperuntukkan untuk pengabdian masyarakat dan edukasi terkait pengamatan gerhana matahari yang aman.
鈥淏iasanya kalau gerhana, konsentrasi kita adalah itu fenomena alam yang kita nikmati dan kita ajak masyarakat menikmati, agar masyarakat tidak takut dan tidak termakan oleh mitos-mitos. Seperti sewaktu pengamatan gerhana matahari total pada 20 April 2023 silam di Biak, saya dan tim Langit Selatan kerja sama dengan pariwisata yang ada di sana. Kami menggabungkan pengamatan gerhana dengan pariwisata di sana. Jadi, sekaligus menginformasikan bagaimana cara mengamat yang aman,鈥 ujarnya.
Meskipun wilayah Indonesia tidak mengalami fenomena gerhana matahari cincin pembuka di tahun 2026 ini, pada tahun depan akan ada satu gerhana matahari yang menarik untuk diamati. Gerhana matahari total yang terjadi pada 7 Agustus 2027 mendatang masih dapat sedikit diamati dari Indonesia, khususnya daerah Sumatra sesaat sebelum matahari terbenam.
Hal yang membuat gerhana matahari total pada 7 Agustus 2027 ini adalah fase gerhana totalnya yang panjang. Dengan durasi 6 menit 23 detik menjadikan gerhana matahari total ini gerhana dengan fase total terpanjang untuk abad 21. Bagi para pemburu gerhana, gerhana matahari total 2 Agustus 2027 akan menjadi gerhana yang sayang sekali untuk dilewatkan.



.jpg)



