Ceramah Ramadan itb, Ustaz Aam Amirudin Ajak Sivitas Akademika Menghadirkan Ilmu yang Berdampak

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (Âé¶¹Ö±²¥) menyelenggarakan Ceramah Ramadan 1447 H bertajuk “Ramadan Sebagai Momentum Ikhtiar Bersama: Menjadi Insan Berdampak, Memimpin dengan Keteladanan†di Aula Barat itb Kampus Ganesha, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ust. Dr. Aam Amirudin, M.Si., yang menyampaikan refleksi spiritual tentang pentingnya ilmu, keteladanan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, di antaranya Surat Ar-Ra’d ayat 11 dan Surat An-Nisa ayat 58–59, yang mengingatkan pentingnya perubahan diri, amanah, serta kepemimpinan yang adil.

Dalam sambutannya, Rektor Âé¶¹Ö±²¥, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menekankan bahwa visi Âé¶¹Ö±²¥ sebagai universitas kelas dunia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada karakter dan integritas sivitas akademika.

Menurutnya, setiap pengembangan ilmu dan inovasi yang dilakukan di kampus perlu selalu ditinjau dari manfaatnya bagi masyarakat luas.

“Kita perlu melihat apakah setiap hal yang kita lakukan dan kembangkan sudah memberikan manfaat bagi masyarakat. Apakah kita sudah menjadi teladan dalam sikap yang bertanggung jawab?†ujarnya.

Ia menambahkan bahwa budaya yang dibangun di Âé¶¹Ö±²¥ adalah budaya yang unggul sekaligus berdampak. Oleh karena itu, selain memperkuat keilmuan dan riset, Âé¶¹Ö±²¥ juga berkomitmen membentuk pribadi yang amanah, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi teladan.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustaz Aam Amirudin menyampaikan bahwa ilmu yang mendalam akan melahirkan kejernihan pemikiran dan hikmah dalam kehidupan.

Ia mengibaratkan proses mencari ilmu seperti menggali tanah yang dalam hingga akhirnya menemukan sumber air yang jernih. Ilmu yang baik, menurutnya, bukan hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dan memberikan manfaat bagi kehidupan.



“Ilmu yang tajam dan dalam akan melahirkan hikmah. Dari situ akan muncul pemahaman yang jernih yang dapat menjadi kontribusi bagi kehidupan,†ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunitas yang membawa kemaslahatan. Mengutip pesan Al-Qur’an, ia mengingatkan bahwa perubahan suatu masyarakat dimulai dari perubahan individu di dalamnya.

“Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika mereka tidak mengubah diri mereka sendiri,†katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk mulai mempraktikkan kepemimpinan dari lingkungan terkecil. Setiap individu, menurutnya, memiliki kesempatan untuk meninggalkan jejak kebaikan melalui sikap, ucapan, maupun karya.

“Setiap kita akan meninggalkan jejak. Ketika suatu saat kita tidak lagi ada, orang-orang akan mengingat kebaikan yang pernah kita lakukan,†tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati agar pikiran, ucapan, dan perilaku menjadi jernih. Salah satu cara menjaga kejernihan hati adalah dengan saling mendukung dalam kebaikan, termasuk mendoakan dan mengaminkan cita-cita baik orang lain.

Beliau berharap agenda ini dapat menjadi penguat bagi sivitas akademika untuk terus menghadirkan ilmu yang bermanfaat, membangun karakter yang kuat, serta menjadi pribadi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

#ceramah ramadan #itb berdampak #sdg4 #quality education #sdg16 #peace justice and strong institutions #sdg17 #partnerships for the goals