Alumni 麻豆直播 Alif Hijriah Jadi Tenaga Ahli Ekonomi Kemenko Bidang Pangan Berawal dari Semangat Berbagi, Belajar, dan Konsistensi
Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥 Berawal dari kebiasaan sederhana berbagi ilmu, perjalanan Alif Hijriah, S.Si., M.Si., alumni Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA 麻豆直播), angkatan 2014, kini membawanya menjadi Tenaga Ahli Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
Kisah tersebut ia bagikan kepada mahasiswa 麻豆直播 dalam Studium Generale KU-4078 bertajuk 鈥淢enjadi Pemuda Berdampak untuk Indonesia鈥 di Aula Barat, itb Kampus Ganesha, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan pengalaman dan perspektif praktis mengenai bagaimana generasi muda dapat membangun kontribusi nyata melalui inovasi, pendidikan, dan kewirausahaan. Dalam kesempatan tersebut, Alif juga mengajak mahasiswa 麻豆直播 untuk menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Alif yang kerap membumikan matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui akun Instagram @aliftowew, menceritakan bagaimana semangat untuk terus belajar dan berbagi ilmu menjadi fondasi perjalanan kariernya, mulai dari masa kuliah hingga merintis inovasi di bidang teknologi pendidikan.
Berawal dari Semangat Berbagi Ilmu
Menurut Alif, yang kini menjadi Komisaris Utama PT Cerebrum Edukanesia Nusantara, perjalanan membangun perusahaan rintisan di bidang teknologi pendidikan tidak dimulai dari rencana besar, melainkan dari kegelisahan terhadap masalah nyata di masyarakat.
鈥淜alau ingin membuat produk, jangan mulai dari produknya dulu, tapi mulai dari masalah apa yang ingin diselesaikan,鈥 ujarnya.
Ia melihat banyak pelajar menghadapi keterbatasan biaya untuk bimbingan belajar serta keterbatasan akses pendidikan di berbagai daerah. Dari permasalahan tersebut, ia bersama tim kemudian mengembangkan layanan tryout dan latihan soal berbasis daring yang kini dimanfaatkan oleh banyak pelajar di Indonesia.
Merintis Perusahaan Teknologi Pendidikan
Melalui perusahaan rintisan yang ia dirikan, Alif berupaya menghadirkan inovasi teknologi pendidikan yang dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa potensi pasar pendidikan digital di Indonesia sangat besar, dengan lebih dari 45 juta pelajar dari jenjang SD hingga SMK.
Selain melalui platform digital, Alif juga aktif membuat konten edukasi di media sosial yang menjelaskan konsep matematika secara kontekstual dan mudah dipahami.
Mulanya, kegiatan tersebut hanya dilakukan sebagai bentuk berbagi pengetahuan. Namun, respons masyarakat yang luas membuatnya semakin yakin bahwa teknologi dapat menjadi sarana penting untuk memperluas akses belajar.
鈥淎walnya hanya ingin berbagi ilmu. Tetapi lama-lama terasa bahwa apa yang kita bagikan ternyata bisa memberikan dampak yang cukup besar,鈥 tuturnya.
Belajar Konsisten Menghadapi Tantangan
Dalam perjalanannya merintis usaha, Alif mengaku tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia percaya bahwa terus belajar, beradaptasi, dan konsistensi dalam praktik menjadi kunci untuk terus berkembang.
Berbagai pengalaman tersebut kini membawanya dipercaya mengemban peran sebagai Tenaga Ahli Ekonomi di Kemenko Bidang Pangan, posisi yang membuatnya terlibat dalam berbagai isu strategis pembangunan nasional.
Ilmu Harus Memberi Manfaat
Alif mengingatkan mahasiswa bahwa kesempatan belajar di perguruan tinggi merupakan amanah yang perlu dimanfaatkan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
鈥淜etika kita mendapatkan kesempatan belajar, itu berarti ada tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia,鈥 ujarnya.
Melalui kisahnya, Alif menunjukkan bahwa semangat berbagi ilmu, keinginan untuk terus belajar, serta konsistensi dalam berproses dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.



.jpg)


